Mengenal Minimum Viable Product (MVP)

May 31, 2022 | by Aldilla Setiawan

MVP adalah sebuah produk yang memiliki nilai guna tinggi walaupun belum sempurna secara fitur produk tersebut.

MVP dikenalkan oleh Frank Robinson dan di populerkan oleh Eric Ries, pendiri Lean Start Up Methodology.

MVP tidak sama dengan prototype melainkan lebih kepada product tervalidasi dan sudah memiliki nilai jual.

Dengan pendekatan ini anda bisa meluncurkan produk yang sudah mampu memberi solusi atas problem yang di hadapi oleh target market yang anda bidik, walupun belum sempurna.

Apa Saja yang Harus Dimengerti dari  Minimum Viable Product (MVP)?

1.) Pemahaman Dasar

Proses merancang sebuah produk baru biasanya menemukan berbagai jenis kendala salah satunya adalah produk  terkadang kurang user friendly atau mengalami error padahal anda telah mengeluarkan biaya yang sangat besar.

Untuk mensiasati hal ini maka anda harus membuat minimum viable produk terlebih dahulu dengan tujuan produk yang di keluarkan memiliki serangkaian fitur yang unik dan menarik perhatian pengguna.

Anda dapat dengan mudah membuat produk lengkap dengan fitur yang belum terlalu canggih namun tetap bisa memiliki nilai guna yang tinggi.

Minimum viable produk akan sangat penting bagi keperluan pengembangan produk atau produk development agar menjadi jauh lebih maju dan diterima di pasar.

Dengan membuat MVP maka anda akan mendapatkan berbagai jenis feedback baik yang positif dan negatif dari penggunaan.

Feedback yang satu ini bisa anda jadikan acuan yakni untuk membuat produk Anda menjadi lebih sempurna dan menghasilkan produk akhir yang menjanjikan.

Banyak startup yang sukses memanfaatkan MVP dan produknya diterima baik oleh masyarakat.

2.) Tujuan Minimum Viable Product

Salah satu tujuan utama dari MVP adalah Anda dapat dengan segera meluncurkan produk tersebut.

Ada kalanya Anda harus meluncurkan produk Anda secepat mungkin agar produk tersebut berlaku di pasaran yakni dengan meluncurkan produk pada suatu momen yang penting.

Minimum viable product juga dapat melakukan pengujian produk pada pengguna sungguhan. Jadi ketika produk Anda belum diluncurkan biasanya suatu produk akan diuji terlebih dahulu memakai teknik testing walaupun ujian tidak dilakukan secara menyeluruh.

Anda dapat dengan mudah menguji produk pada pengguna sungguhan dengan minimum viable produk.

Nantinya anda akan mendapat feedback yang benar-benar nyata dari apa yang ada tampilkan pada minimum viabel produk yang satu ini.

Pada umumnya startup belum mempunyai pendanaan yang matang seperti perusahaan korporat oleh karenanya Anda harus menghemat pengeluaran lebih baik.

Oleh karena itu MVP adalah solusi yang paling tepat sebab Anda dapat dengan mudah membuat produk yang sederhana sekaligus feedback.

Ketika hal ini terjadi maka anda tidak perlu lagi mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar untuk menyempurnakan produk yang ada pada saat ini.

Dengan kata lain Anda akan menghemat pengeluaran jauh lebih baik karena MVP akan mengurus semuanya.

Tak hanya sampai di situ saja karena dengan minimum viabel produk resiko kegagalan yang akan anda alami menjadi jauh lebih kecil walau risiko memang tak bisa dihindari.

Anda juga dapat meminimalisir resiko dengan membuat minimum viabel produk yang ada di produk Anda.

Anda hanya tinggal membuat fitur dasar pada produk Anda dan memahami perilaku serta harapan pengguna agar produk Anda diterima di pasaran.

Dengan feedback yang diberikan para pengguna maka anda dapat menyempurnakan kembali produk akhir anda menjadi jauh lebih baik.

Karakteristik Utama MVP

Karakteristik utama dari MVP adalah mempunyai nilai yang cukup menarik bagi para penggunanya walau masih diisi oleh fitur yang sederhana.

Sebagai pengguna Anda harus memastikan bahwa minimum viable produk mempunyai nilai yang cukup menarik bagi para penggunanya.

Karena MVP sendiri menggaet pengguna untuk pertama kalinya yang merupakan hal yang paling sulit maka jangan sampai Anda membuat MVP yang tidak menggugah target pasar anda.

Karena ketika anda melakukan hal tersebut maka produk Anda akan terancam tidak diterima pasar.

Dengan minimum viabel produk maka produk yang sifatnya sementara akan menunjukkan manfaat di masa depan.

Walau begitu Anda harus mampu untuk meyakinkan para pengguna bahwa produk Anda akan memberi manfaat di masa depan menjadi jauh lebih baik.

Anda harus meyakinkan mereka bahwa produk Anda akan terus-menerus berkembang dan memaksimalkan manfaat yang akan mereka dapat.

Tak hanya itu saja karena bukan minimum viable produk namanya jika anda tidak mendapatkan feedback apapun dari para penggunanya.

Anda dapat meminta pengguna tentang pendapat mereka akan fitur dan penggunaan produk Anda kemudian manfaatkan feedback tersebut untuk menyempurnakan produk akhir.

Konsep manajemen produk yang satu ini tentunya dapat dengan mudah bekerja dengan baik.

Karena MVP merupakan konsep manajemen produk baik saat perusahaan hendak membawa produk baru atau tidak.

Adapun tujuan utama dari MVP adalah untuk memberi fungsionalitas segar yang tentunya akan memenuhi kebutuhan para penggunanya dan memecahkan masalah secara efektif.

Pendekatan yang satu ini tentu menawarkan banyak sekali manfaat bagi perusahaan seperti fokus untuk mendalam kepada fungsi inti produk yang akan dipasarkan dan kejelasan pada visi dan misi perusahaan tersebut.

Anda akan mendapat pengembangan hubungan yang jauh lebih baik dengan pelanggan dan pemahaman yang jauh lebih baik pula tentang kebutuhan para pelanggan.

Pastinya waktu rilis produk menjadi jauh lebih terjadwal dan anda akan menikmati fleksibilitas dan pembaruan yang konstan.

Recommended Article