Return On Investment dan Cara Menghitungnya

August 25, 2022 | by Khairul Kamal

Pernahkah Anda mendengar istilah return on investment? Dalam dunia bisnis, ROI digunakan untuk tolak ukur dalam melihat keuntungan yang akan didapatkan.

Sebuah bisnis pasti membutuhkan investasi, bila Anda mengetahui secara detail tingkat pengembalian investasi akan lebih mudah untuk menjalankan operasional.

Bahkan, kegiatan tersebut bisa dilakukan evaluasi.

Ada beberapa pakar beranggapan bahwa ROI ini adalah aset atau uang yang bisa hilang dan didapatkan sebagai dana investasi. Jenis investasi yang dimaksud adalah anggaran biaya, aset, dan modal.

Supaya Anda lebih jelas lagi, bisa menyimak pengertian return on investment yang akan dijabarkan di bawah ini.

Apakah Pengertian ROI?

ROI adalah sebuah rasio yang menunjukan jumlah dan hasil aktiva yang diproses dalam perusahaan.

Rasio akan menunjukkan hasil aktiva secara keseluruhan dengan mengabaikan sumber dana.

Pengukuran rasio ini biasanya menggunakan prosentase. Banyak kasus yang menggunakan ROI untuk menghitung nilai investasi.

Misalnya saja sebuah perusahaan yang ingin menjadi investor harus mengetahui potensi investasi yang diberikan sebelum melakukan pendanaan ke suatu perusahaan.

Melakukan perhitungan ROI harus melibatkan pembagian laba tahunan dan pendapatan perusahaan dengan jumlah investasi awal.

Tidak hanya itu, ROI juga menggambarkan pengembalian  biaya yang diberikan investor untuk melakukan investasi perusahaan.

Ambil contoh, Anda melakukan investasi berupa uang ke pasar saham. Sudah pasti Anda mengharapkan pengembalian setiap tahunnya sekitar 5%.

Hal ini sama juga dengan melakukan investasi ke perusahaan. Pemilik akan melihat ROInya terlebih dahulu.

Tidak hanya investor, perusahaan yang menerima investasi pun menggunakan return on investment untuk melihat keberhasilan sebuah proyek.

Bila ada pemilik bisnis yang melakukan investasi ke dalam kampanye iklan. Hal pertama yang dilakukan adalah menganalisis penjualan yang terjadi akibat iklan.

Dengan tersebut bisa digunakan untuk menghitung ROI.  Perhitungan ROI bisa diterima Ketika uang yang dihasilkan melebihi batas pembelanjaan.

Saat melakukan perhitungan ROI secara tahunan, Anda harus mencari laba atas investasi tahunan yang didapatkan.

Ambil rata-ratanya saja.  Dari sini Anda bisa melihat seberapa menguntungkannya usaha yang dipilih.  ROI akan membantu Anda membandingkan kinerja investasi dalam periode tertentu.

 Faktor Yang Mampu Mempengaruhi ROI

Sebagai teknik analisa rasio, ROI merupakan bagian terpenting dalam perusahaan. Seorang pengusaha bisa mengetahui efisiensi perusahaan saat memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional.

Selain itu, ROI mampu memberikan informasi profitabilitas perusahaan Anda.

Lalu apa saja yang mempengaruhinya?

1.) Profit Margin

Faktor utama yang mampu mempengaruhi nilai ROI adalah profit margin. Istilah profit margin ini biasanya digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan usaha yang dihubungkan dengan penjualan.

Untuk itu, profit margin disebut sebagai keuntungan operasi yang ditentukan dalam persentase dan jumlah penjualan secara bersih.

2.) Operator Assets atau Turnover

Adalah kecepatan perputaran aktiva dalam satu periode. Perhitungan return on investment ini harus dilakukan dengan teliti. Apalagi saat melibatkan operator assets.

Kelemahan Dari Perhitungan ROI

Hal yang paling sulit dalam perhitungan ROI adalah membandingkan sistem ROI satu perusahaan dengan perusahaan yang lain.

Dalam menjalan bisnis, praktik akuntansi yang digunakan masing-masing usaha perbeda.

Perbedaan metode saat melakukan penilaian aktiva dapat memberikan gambaran yang salah.

Kelemahan lain yang ada pada return on investment adalah fluktuasi nilai dari uang yang digunakan.

Tidak hanya itu, ROI tidak melakukan perhitungan modal. Padahal modal adalah nyawanya perusahaan. Usaha yang tidak memiliki modal atau kehabisan, operasional perusahaan akan terhenti.

Produksi parang terhambat, bahkan bisa berhenti. Bukan hanya biaya operasional yang terhambat, nasib gaji karyawan juga bisa tersendat. Meskipun begitu, analisis ROI tidak menggunakan  perhitungan modal.

Adanya analisis ROI juga bisa mempengaruhi manajer divisi.

ROI ini akan memberikan gambaran tentang investasi mana yang akan menguntungkan. Dari sini, sudut pandangan manajer pasti bisa berubah.

Seorang manajer pasti akan memilih investasi dengan tingkat keuntungan yang tinggi.

Keputusan ini tentu tidak tepat, manajer bisa mendistorsi segala sumber dana untuk melakukan investasi tersebut.

Bila terjadi masalah pada perusahaan dan keuntungan belum bisa digunakan bisa membahayakan posisi perusahaan Anda.

Untuk itu Anda harus melakukan analisis secara mendalam tentang teknik perhitungan yang digunakan perusahaan lainnya.

Meskipun keuntungan yang ditawarkan besar, sesuaikan dengan kapasitas perusahaan.

Manfaat Melakukan Analisis Return On Investment

Perusahaan yang sukses bisa dilihat dari praktik akuntansi yang dijalankan. Bila sistemnya berjalan dengan baik, bagian manajemen bisa menggunakan analisa ROI secara efisien.

Untuk itu perusahaan harus memiliki data industri hingga rasio industri.

Saat Anda memegang data tersebut Analisa ROI bisa dilakukan untuk membandingkan penggunaan modal pada perusahaan yang satu dengan yang lainnya.

Cara ini membantu Anda untuk melihat apakah perusahaan sejenis yang Anda pegang berada di posisi atas, bawah, atau sama.

Melakukan analisis return on investment akan membantu Anda dalam melihat kekuatan dan kelemahan perusahaan dibandingkan dengan usaha lain yang masih sejenis.

Analisis ROI ini juga bisa digunakan untuk mengukur efisiensi Tindakan yang dilakukan oleh divisi untuk mengalokasikan modal dan biaya ke yang bersangkutan.

Manfaat lain yang bisa didapatkan dari ROI adalah mengukur profitabilitas dari produk yang dihasilkan perusahaan.

ROI digunakan untuk bagian perencanaan dan pengontrolan usaha. Salah satunya, analisis ROI digunakan untuk mengambil sebuah keputusan saat perusahaan ingin melakukan ekspansi.

Cara Hitung Return On Investment

Perhitungan ROI ini biasanya menggunakan rumus yang sudah ada. ROI sendiri bisa diartikan sebagai laba bersih sebuah biaya investasi.di bawah ini adalah rumus yang bisa digunakan.

ROI: (PI-BI)/BI x 100%

PI: Pendapatan Investasi

BI: Biaya Investasi

Untuk lebih mudahnya perhatikan perhitungan di bawah ini.

Bila Anda melakukan investasi sebesar RP. 15.000.000 dan penjualan yang dihasilkan sekitar RP. 25.000.000, dari sini Anda mendapatkan laba sekitar RP. 10.000.000.

Maka dari data di atas perusahaan bisa melakukan perhitungan dalam bentuk persentase dengan rumus yang telah ditetapkan.

ROI: (25.000.000-15.000.000)/ 15.000.000 x 100%

ROI: 66,67%

Perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat return on investment yang diperoleh sekitar 66,67%. Jumlah tersebut sudah menunjukan bahwa ROI wajib diterima.

Lakukan Penentuan Metriks Bisnis

Metriks yang harus ditentukan adalah jumlah rata-rata transaksi per harinya, nilai setiap transaksi, biaya dan waktu yang diperlukan, dan pendapatan yang dihasilkan.

1.) Memperkirakan Efisiensi Anggaran

Bila metriks bisnis sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah membuat anggaran dana yang efisien.

2.) Melakukan Perhitungan Biaya Yang Dibutuhkan

Kebutuhan biaya yang diperlukan biasanya melibatkan segala  layanan, SDA, dan teknologinya.

3.) Menerapkan Rumus Yang Sudah Ditetapkan 

Untuk perhitungannya bisa Anda lakukan seperti contoh di atas.

Itulah tadi beberapa hal tentang return on investment yang bisa dijadikan acuan dalam melakukan investasi ke sebuah perusahaan.

Perhitungan ROI ini merupakan cara yang bisa digunakan untuk mempertimbangkan kelayakan investasi.

Recommended Article