Proposal Usaha: Kerangka, Tips Membuat, dan Contoh-Contohnya

April 7, 2022 | by Aldilla Setiawan

Ketika mengembangkan sebuah usaha atau bisnis, Anda membutuhkan persiapan untuk beberapa hal. Dari modal awal untuk membeli kebutuhan, strategi pemasaran untuk menjual produk, hingga klien dan investor yang dapat membantu dalam menambah biaya.

Lantas untuk mendapatkannya, ada satu ‘alat tempur’ yang harus Anda siapkan sejak awal: proposal usaha.

Masih banyak pelaku bisnis dan usaha, terutama pemula, yang menganggap proposal hanya digunakan untuk mengajukan pinjaman.

Faktanya, dokumen tersebut yang akan membantu Anda menjabarkan visi-misi usaha atau bisnis, strategi yang diterapkan, rincian modal, serta prospek yang ingin dicapai dalam waktu tertentu.

Lalu, seperti apa cara membuat proposal usaha yang baik dan meyakinkan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu Proposal Usaha?

Dari segi etimologi, kata proposal yang masyarakat Indonesia pakai sehari-hari merupakan kata serapan dari bahasa Inggris, yaitu to propose yang berarti mengajukan.

Hal ini yang menjadikan proposal sebagai dokumen untuk mengajukan atau memohon sesuatu.

Bukan hanya untuk usaha atau bisnis, proposal juga akan Anda jumpai saat hendak mengerjakan proyek tertentu, misalnya tugas-tugas akademik.

Proposal memegang peran penting sejak tahap awal pengembangan bisnis dan usaha. Seperti yang disebutkan, melalui dokumen tersebut Anda bisa meyakinkan klien kalau produk mempunyai nilai jual tinggi.

Untuk startup, misalnya, proposal usaha sangat menentukan keputusan para investor sebelum menanamkan modal mereka.

Kemudian, proposal yang disusun dengan rapi dan sistematis meningkatkan peluang lembaga keuangan seperti bank untuk mengucurkan pinjaman.

Mengapa? Karena mereka sangat selektif saat memilah pengaju pinjaman atau kredit. Jika dari proposalnya saja cenderung merugikan, permintaan Anda untuk melakukan kredit kemungkinan besar akan ditolak.

Proposal juga tak hanya berlaku untuk usaha dan bisnis skala besar. Justru membiasakan diri membuat proposal sejak Anda merintis dari skala kecil akan melatih kemampuan menyusun dokumen saat usaha dan bisnis terus berkembang.

Bukan hanya itu, proposal menunjukkan profesionalitas Anda di mata klien dan investor, sehingga mereka akan mempertimbangkan Anda sebagai rekan kerja yang potensial.

Bagaimana Kerangka untuk Proposal Usaha?

Salah satu langkah yang membantu Anda menyusun proposal usaha yang menjanjikan adalah mengetahui kerangkanya. Berikut kerangka proposal untuk usaha dan bisnis yang bisa Anda pelajari:

  • Bab I: Pendahuluan

Hal pertama yang harus Anda susun dalam sebuah proposal adalah pendahuluan. Pada bagian ini, jelaskan latar belakang Anda memilih peluang usaha atau bisnis yang ingin dibangun.

Penjabaran pada pendahuluan merupakan aspek penting yang membantu klien atau investor memahami dasar usaha dan bisnis hingga urgensinya.

Dalam hal ini, pastikan Anda menuturkan gagasan orisinil dan kreatif yang akan cepat menarik ketertarikan pihak-pihak yang mempelajarinya.

Poin-poin lain yang sebaiknya Anda cantumkan pada pendahuluan sebuah proposal usaha adalah visi, misi, serta tujuan. Tujuannya adalah memastikan usaha dan bisnis yang hendak dikembangkan tersebut tak sama persis dengan kompetitor.

Oleh karena itu, visi, misi, maupun tujuan yang Anda sebutkan pada bagian ini sesuai identitas usaha dan bisnis.

Ada juga waktu pelaksanaan kegiatan usaha, yakni jam operasional usaha atau bisnis berjalan. Dalam hal ini, Anda bisa mengikuti jam kerja kantoran dari pukul 9 pagi hingga 5 sore. Sementara untuk usaha online, rata-rata jam operasionalnya bisa sampai 24 jam.

  • Bab II: Tinjauan Umum

Tinjauan Umum pada proposal usaha adalah bagian yang ditujukan untuk menjelaskan gambaran usaha atau bisnis beserta strategi yang dipakai untuk memasarkannya. Strategi yang dimaksud pun bukan sekadar cara memperoleh untung besar.

Anda bisa gunakan analisis SWOT yang mencakup Strength (Kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang), dan Threat (Ancaman) untuk mendapatkan strategi yang mencerminkan Anda selaku pelaku usaha atau bisnis.

Jika disimpulkan, ada lima aspek penting yang harus Anda muat dalam Tinjauan Utama. Antara lain profil usaha atau bisnis, struktur kepemilikan dan kepegawaian usaha, lokasi Anda menjalankan usaha dan bisnis, strategi pemasaran, serta analisis SWOT.

  • Bab III: Manajemen Produksi/Kegiatan Operasional

Pada bagian ini, Anda dapat membahas cara mengelola usaha atau bisnis, termasuk produk yang hendak dijual. Dalam proposal usaha, bagian manajemen produksi atau kegiatan operasional tak jarang membutuhkan panjang dan terperinci. Meski begitu, ada baiknya Anda berupaya menunjukkan poin-poin penting agar tak terkesan bertele-tele.

Penulisan bagian ini bertujuan untuk membantu klien dan investor memahami usaha atau bisnis berjalan setiap hari. Adapun aspek-aspek yang sebaiknya Anda sebutkan adalah bahan atau material pembuatan untuk produksi, perlengkapan dan peralatan, sistem kegiatan operasional, dan gambaran proses produksi.

  • Bab IV: Rancangan Biaya dan Pendapatan

Rancangan biaya dan pendapatan adalah bagian proposal usaha yang memerlukan ketelitian tinggi. Pasalnya, tak sedikit pelaku usaha dan bisnis yang kurang hati-hati saat mereka mencantumkan jumlah biaya sesuai kebutuhan.

Akibatnya bukan hanya salah perhitungan, tetapi membuat klien dan investor ragu menjalin kerja sama dengan Anda.

Di sini, Anda dapat menampilkan rincian modal awal, biaya operasional, hingga gaji atau pendapatan yang diperoleh. Tuliskan semuanya secara mendetail.

Kemudian, jujurlah dengan kondisi keuangan supaya kucuran dana yang masuk bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Apa saja aspek-aspek penting yang wajib masuk ke dalam rancangan biaya dan pendapatan? Selain modal dan pendapatan, perhitungan yang menyangkut harga jual produk dan laba rugi usaha atau bisnis sebaiknya dicantumkan juga.

  • Bab V: Penutup

Jangan sepelekan Penutup pada proposal usaha! Pada bagian ini, Anda harus merangkum inti dari keempat bagian sebelumnya, karena penekanan urgensi pembangunan usaha dan bisnis belum cukup meyakinkan investor dan klien.

Simpulkan dengan kalimat-kalimat pendek, tegas, dan persuasif agar pihak-pihak yang akan diajak kerja sama mendapatkan kesan baik dari Anda.

Seperti Apa Tips Menyusun Proposal Menarik dan Meyakinkan?

Agar penyusunan proposal sesuai kerangka lebih maksimal, ikuti serangkaian tips berikut ini:

  • Gunakan kalimat pendek dan tegas. Pemakaian kalimat pendek dan tegas akan membuat penjelasan dalam proposal usaha lebih efisien. Dengan begitu, klien dan investor lebih cepat memproses poin-poin yang dijelaskan, lalu menentukan keputusan apa Anda layak jadi rekan kerja atau tidak;
  • Perhatikan bahasa dan tata cara penulisan. Tulisan non-fiksi dan bersifat resmi seperti proposal umumnya menggunakan bahasa Indonesia formal atau baku. Untuk itu, tata cara penulisannya harus mengikuti EBI, lalu cek juga KBBI untuk mengecek apakah kata-kata yang Anda pakai sudah sesuai. Jika proposal ditulis dalam bahasa Inggris, Anda bisa cek grammar dan susunan kalimatnya dengan jasa penerjemah;
  • Jangan ragu tunjukkan antusiasme. Proposal bisa membosankan kalau penjelasan yang Anda berikan terkesan kaku. Untuk itu, tunjukkan antusiasme dan semangat membangun usaha, termasuk saat menjelaskan alasan Anda ingin mengajak klien atau investor untuk bekerjasama. Hal ini juga secara tak langsung memperlihatkan kepribadian Anda;
  • Kreasikan tampilan proposal. Istilah don’t judge by its cover sebenarnya sudah ketinggalan zaman, termasuk saat menentukan tampilan pada proposal usaha. Mengingat desain pada cover proposal menjadi hal pertama yang dilihat klien dan investor, pilihlah layout dan warna sesuai usaha serta menggugah keinginan mereka untuk menyimak isinya;
  • Sertakan salinan dokumen yang diperlukan. Tips ini opsional, tetapi bisa dijadikan antisipasi untuk meyakinkan target klien Anda. Misalnya dengan melampirkan salinan Surat Keterangan Usaha (SKU) kalau sudah punya. Dokumen ini yang meyakinkan investor dan klien bahwa usaha atau bisnisnya sudah resmi terdaftar.

Seperti Apa Contoh Proposal yang Bagus Untuk Usaha dan Bisnis?

Sudah siap menulis proposal usaha? Sebagai bahan pertimbangan, Anda bisa simak dua contoh proposal berikut ini!

Contoh Proposal untuk Marketplace

Bab I: Pendahuluan

I.1 Latar Belakang

Bertambahnya jumlah pengguna internet di Indonesia telah membantu pengembangan kegiatan-kegiatan di era digital. Kini, masyarakat mengandalkan teknologi untuk melakukan aktivitas sehari-hari, dari sekolah, bekerja, hingga membeli kebutuhan.

Selain karena kecepatan, perubahan ini terjadi karena harga produk yang dinilai terjangkau dan transaksi yang praktis.

Fenomena tersebut mempengaruhi proses jual-beli sejumlah pelaku usaha. Tak sedikit yang menganggap teknologi menurunkan keuntungan dan menjauhkan konsumen.

Namun, bagi mereka yang terbuka dengan inovasi, hal ini menjadi peluang untuk mengembangkan dan menjaga usaha untuk tetap stabil. Apalagi berdasarkan Kominfo, pertumbuhan e-commerce di Indonesia sudah mencapai lebih dari 88% dan menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

Untuk itu Smart to Shop hadir sebagai solusi masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di era digital. Smart to Shop yang berbasis di Jakarta membuka layanan secara online melalui website dan aplikasi.

Jangkauan layanan Smart to Shop difokuskan untuk Sumatra dan Jawa dengan target tambahan ke seluruh Indonesia.

I.2 Visi

Menjadi marketplace terlengkap dengan harga terjangkau untuk masyarakat Indonesia.

I.3 Misi

  • Memperkenalkan Smart to Shop sebagai solusi belanja secara online;
  • Merekrut karyawan profesional yang mampu mengelola layanan-layanan Smart to Shop.

I.4 Tujuan

Tujuan mendirikan marketplace Smart to Shop adalah membantu konsumen membeli produk melalui website maupun aplikasi sebagai alternatif belanja dengan harga bersahabat.

I.5 Waktu Pelaksanaan Kegiatan Usaha

Smart to Shop dapat diakses selama 24/7, sementara customer service melayani pelanggan dari pukul 8 pagi hingga 5 sore. Maintenance dilakukan secara berkala dan Smart to Shop akan mengumumkan jadwalnya beberapa jam sebelum downtime.

Bab II: Tinjauan Umum

II.1 Profil Usaha

Smart to Shop merupakan marketplace yang menyediakan produk sehari-hari dengan kategori beragam. Sebut saja perlengkapan rumah tangga, makanan, minuman, pakaian, alat tulis, hingga perangkat elektronik.

Smart to Shop pun telah bekerjasama dengan bank-bank tepercaya dan perusahaan ekspedisi untuk melancarkan transaksi serta pengiriman barang.

II.2 Struktur Kepemilikan dan Kepegawaian Usaha

Nama dan alamat usaha

Nama usaha: Smart to Shop

Alamat usaha: Jalan Makmur Sejahtera No. 100, Bandung, Jawa Barat

Nama dan alamat pemilik

Nama pemilik: Maria Suryatara

Alamat pemilik: Jalan Bunga Kenanga No. 12, Bandung, Jawa Barat

Pendidikan terakhir: S1 Ekonomi, Universitas Bumi Hijau

Berikut posisi-posisi karyawan di Smart to Shop (bersifat tentatif):

  • Developer
  • UI designer
  • UX designer
  • Social media officer 
  • Business & data analyst
  • Digital marketing

II.2 Strategi Pemasaran

  • Target pasar

Smart to Shop mempunyai target pasar dewasa muda hingga dewasa berusia 18-40 tahun.

  • Kegiatan promosi

Smart to Shop melakukan promosi secara online dengan menawarkan diskon di website, aplikasi, dan media sosial. Sementara penjualan akan difokuskan terlebih dulu kepada ibu rumah tangga, lalu menyusul karyawan dan mahasiswa.

II.3 Analisis SWOT

Strength (Kekuatan)

  • Menggunakan penyedia hosting terpercaya dengan server stabil. Hal ini bertujuan untuk menjaga website maupun aplikasi stabil meski sedang menghadapi trafik tinggi;
  • Harga produk terjangkau dan bersaing di pasaran, sebab Smart to Shop mempunyai supplier andal dan dekat dengan warehouse;
  • Metode pembayaran lengkap, sudah menyertakan COD;
  • SSL pada website untuk mengoptimalkan sistem keamanan.

Weakness (Kelemahan)

  • Frekuensi maintenance masih tinggi di tahap awal pengenalan Smart to Shop untuk menyesuaikan trafik dan perilaku konsumen;
  • Pelayanan COD hanya untuk pengiriman dari dan ke Bandung.

Opportunity (Peluang)

  • Beroperasi di Bandung sebagai salah satu kota dengan perkembangan digitalisasi yang signifikan di Indonesia, sehingga peluang membuka lapangan kerja cukup besar.

Threat (Ancaman)

  • Supplier masih terbatas dan membutuhkan pemasok baru yang bersedia menerima harga sesuai kesepakatan Smart to Shop.

Bab III: Manajemen Kegiatan Operasional Usaha

III.1 Peralatan dan Perlengkapan Usaha

Kantor Smart to Shop berada di sebuah ruko dengan tiga ruangan (satu ruangan karyawan, satu ruang meeting, dan satu ruang serbaguna). Ruangan-ruangan tersebut membutuhkan beberapa fasilitas penunjang seperti:

  • Meja dan kursi kerja;
  • Proyektor;
  • Papan tulis;
  • TV LCD;
  • Lemari;
  • Laptop dan smartphone untuk operasional.

III.2 Kegiatan Operasional Usaha

Smart to Shop beroperasi dari Senin hingga Sabtu pada pukul 8 pagi hingga 5 sore. Kegiatan operasional libur pada Minggu dan hari raya keagamaan. Pesanan yang masuk pada hari libur pun diproses pada hari kerja berikutnya.

Bab IV: Rancangan Biaya dan Pendapatan

IV.1 Modal dan Pendapatan

Di bawah ini merupakan rincian modal pendirian usaha Smart to Shop dan kisaran pendapatan yang diperoleh selama setahun:

Modal Operasional per Tahun

 
Laptop dan smartphoneRp8.000.000
Pemasangan wifi                                                               Rp200.000
Belanja produk awal                                                      Rp16.000.000
Hosting 1 tahun                                                                   Rp400.000
Biaya wifi (untuk 11 bulan)        Rp3.300.000
Promosi online  Rp600.000
Tambahan produk (untuk 11 bulan)        Rp11.000.000
Lain-lain
Biaya lain-lain                                                                     Rp600.000

Total 

Rp40.100.000

Sementara perkiraan keuntungan atau profit dapat disimak lewat ilustrasi berikut:

Apabila dalam satu minggu Smart to Shop mampu menjual 30 pcs barang dengan keuntungan per pcs sebesar 20% dengan harga masing-masing pcs adalah rata-rata Rp80.000, perhitungan untuk bulanannya adalah:

120 pcs x Rp80.000 x 20% = Rp1.920.000

Kemudian untuk perhitungan setahun, keuntungan yang didapatkan menjadi:

Rp1.920.000 x 12 = Rp23.040.000

IV.2 Modal yang Dibutuhkan dari Investor

Smart to Shop sudah mengantongi 40% dari total modal awal yang dibutuhkan. Untuk menjalankan usaha ini, Smart to Shop membutuhkan suntikan dana 60% dari investor dengan perhitungan:

Modal awal dari Smart to Shop: Rp16.040.000

Modal yang dibutuhkan dari investor: Rp24.060.000

Bab V: Penutup

Smart to Shop dikembangkan melalui perencanaan matang dan riset mendalam terhadap tren pasar hingga teknologi terkini. Diharapkan dengan munculnya Smart to Shop, masyarakat mempunyai opsi utama maupun alternatif untuk berbelanja secara online.

Smart to Shop pun akan terus berupaya meningkatkan layanan maupun kepuasan pelanggan untuk menjadi solusi terbaik bagi masyarakat Indonesia.

Jika contoh di atas adalah proposal usaha untuk kegiatan online, maka berikut adalah contoh untuk Anda yang ingin membangun usaha offline.

 

Contoh Proposal Untuk Kedai Kopi (coffee shop)

Bab I: Pendahuluan

I.1 Latar Belakang

Sampai sekarang, Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor kopi terbesar di dunia. Peringkatnya pun hanya berselisih dengan Brazil dan Vietnam.

Tingginya produksi kopi juga tak terlepas dari tingginya konsumsi komoditas tersebut. Setiap tahun, rata-rata konsumsi kopi di Indonesia berada di angka 3,4%. Statistik ini pula yang menjadikan kopi sebagai primadona bagi pelaku usaha di bidang kuliner.

Namun, masuknya franchise coffee shop dari sejumlah negara membuat sejumlah masyarakat berpikir bahwa mereka harus mengeluarkan biaya besar untuk menikmati secangkir kopi nikmat.

Kenyataanya, ada berbagai kedai kopi lokal yang mampu menyuguhkan minuman-minuman premium yang terbuat dari kopi asli Indonesia dengan harga terjangkau.

KopiKopiku pun hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang membutuhkan sajian kopi berkualitas tinggi yang bersahabat di dompet.

Berlokasi di pusat kota Bandung, KopiKopiku siap menemani para penggemar kopi maupun masyarakat yang penasaran dengan racikan dari barista terbaik di tempat yang nyaman dan kekinian.

I.2 Visi

Menjadi kedai kopi atau coffee shop yang mampu memberikan produk dan layanan terbaik.

I.3 Misi

  • Menghadirkan menu yang diracik barista-barista pengalaman dengan harga terjangkau;
  • Menggunakan peralatan dan perlengkapan higienis untuk menjaga kualitas minuman.

I.4 Tujuan

Tujuan mendirikan KopiKopiku adalah menyediakan kedai kopi bagi masyarakat yang ingin menikmati sensasi minum kopi dari bahan-bagan terbaik.

Konsep minimalis dengan sentuhan tradisional khas Sunda pada kedai KopiKopiku pun diharapkan mempertahankan kearifan lokal di Tanah Parahyangan.

Bab II: Tinjauan Umum

II.1 Profil Usaha

KopiKopiku merupakan kedai kopi lokal yang memadukan konsep kekinian dengan tradisional khas Sunda. Selain lewat desain bangunan, hal tersebut ditampilkan pula dari aneka pilihan kopi dan jajanan pasar yang menjadi menu andalan KopiKopiku.

Layanan dan fasilitas lain seperti Wifi, ruang meeting, toilet, dan area non-smoking disediakan untuk memudahkan pengunjung menyesuaikan diri dengan kebutuhannya.

II.2 Struktur Kepemilikan dan Kepegawaian Usaha

Nama dan alamat usaha

Nama usaha: KopiKopiku

Alamat usaha: Jalan Daun Jarak No. 112, Bandung, Jawa Barat

Nama dan alamat pemilik

Nama pemilik: Doni Permadi

Alamat pemilik: Jalan Merah Merona No. 143, Bandung, Jawa Barat

Pendidikan terakhir: S1 Ilmu Komunikasi, Universitas Impian Sejahtera

Berikut posisi-posisi karyawan di KopiKopiku (bersifat tentatif):

  • Barista
  • Kasir
  • Manajer
  • Akuntan
  • Administrasi
  • Asisten produksi

II.3 Strategi Pemasaran

  • Target pasar

Target pasar KopiKopiku meliputi semua kalangan, tetapi difokuskan pada usia remaja hingga dewasa dengan kelompok usia 17-40 tahun.

  • Kegiatan pemasaran

KopiKopiku melakukan strategi pemasaran secara offline maupun online. Kegiatan offline akan dilaksanakan dengan mengunjungi pameran dan festival kuliner, termasuk promo di kedai.

Sementara kegiatan online mencakup giveaway di media sosial dan interaksi dengan pengguna secara berkala.

II.4 Analisis SWOT

Strength (Kekuatan)

  • Mampu menyediakan seduhan kopi premium dengan harga terjangkau dan kompetitif;
  • Lokasi kedai strategis, sebab dekat dengan sekolah, perguruan tinggi, perkantoran, dan pusat perbelanjaan;
  • Akses transportasi yang mudah (dilewati angkutan umum dan ojek/taksi online).

Weakness (Kelemahan)

  • Ruang penyimpanan kopi yang masih sempit dan membutuhkan renovasi bertahap untuk perluasan;
  • Tempat parkir terbatas, sehingga pengunjung yang membawa kendaraan harus mencari lokasi di sekitar KopiKopiku untuk memarkirkannya.

Opportunity (Peluang)

  • Konsep kedai kopi yang berbeda dibandingkan pesaing di sekitarnya, termasuk franchise dari luar negeri.

Threat (Ancaman)

  • Persaingan kedai kopi yang relatif ketat di Bandung;
  • Jarak supplier yang jauh dan memberatkan ongkos pengiriman.

Bab III: Manajemen Kegiatan Operasional Usaha

III.1 Peralatan dan Perlengkapan Usaha

Kedai dan office KopiKopiku berlokasi di sekitar jalan raya utama Bandung. Tempat yang dipakai merupakan rumah dua lantai dengan kedai di lantai bawah dan ruang kerja untuk karyawan di lantai dua. Adapun peralatan dan perlengkapan yang sejauh ini dibutuhkan mencakup:

  • Meja
  • Kursi (kayu dan plastik)
  • Mesin kopi (espresso dan penggiling)
  • Blender
  • Boks es
  • Lain-lain (detail akan menyusul)

III.2 Kegiatan Operasional Usaha

KopiKopiku beroperasi dari Selasa sampai Minggu dengan jam operasional dari pukul 8 pagi hingga 9 malam. Sementara kedai tutup pada hari Selasa dan hari raya keagamaan serta liburan panjang.

Jika diperlukan renovasi atau perbaikan total, KopiKopiku akan mengumumkan penutupan sementara satu atau dua hari sebelum pelaksanaan.

Bab IV: Rancangan Biaya dan Pendapatan

IV.1 Modal 

Di bawah ini merupakan rincian modal pendirian usaha KopiKopiku yang mencakup perlengkapan dan peralatan, bahan baku, serta biaya untuk kegiatan operasional.

Nama

Harga

Meja (5 buah)Rp2.000.000
Kursi (20 buah)Rp6.000.000
Kursi plastik (3 buah)Rp.600.000
Boks es (2 buah)Rp400.000
Mesin kopi (2 buah)Rp.10.000.000
Blender (2 buah)Rp.500.000
Lain-lainRp400.000

Total 

Rp19.900.000

Dengan begitu, modal awal yang dibutuhkan KopiKopiku adalah Rp33.000.000.

IV.2 Modal yang Dibutuhkan dari Investor

KopiKopiku sudah mengantungi 35% dari total modal awal yang dibutuhkan. Untuk menjalankan usaha ini, KopiKopiku membutuhkan suntikan dana 65% dari investor dengan perhitungan:

Modal awal dari Smart to Shop: Rp11.550.000

Modal yang dibutuhkan dari investor: Rp21.450.000

IV.3 Kisaran Pendapatan

Sementara perkiraan keuntungan atau profit KopiKopiki dapat disimak lewat ilustrasi berikut:

Apabila dalam satu minggu KopiKopiku mampu menjual 200 cangkir kopi dan 100 jajanan tradisional barang dengan keuntungan per produk sebesar 20% dan 10% dengan harga masing-masing cangkir adalah rata-rata Rp60.000 dan porsi adalah Rp20.000, perhitungan untuk bulanannya adalah:

800 x Rp60.000 x 20% = Rp9.600.000

400 x Rp20.000 x 10% = Rp800.000

Kemudian untuk perhitungan setahun, keuntungan yang didapatkan menjadi:

Rp10.400.000 x 12 = Rp124.800.000

Bab V: Penutup

KopiKopiku didirikan dengan rasa cinta terhadap kopi lokal Indonesia dan konsep kedai kopi terkini sesuai selera masyarakat, khususnya generasi muda. Kehadiran KopiKopiku diharapkan dapat meramaikan industri kuliner di Indonesia sekaligus bersaing dengan pendatang dari luar negeri. Selain itu, KopiKopiku akan terus berupaya memberikan racikan terbaik dengan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan.

 

Kesimpulan

Itulah dua contoh yang bisa Anda pelajari untuk menyusun proposal usaha. Semoga setelah menyimak artikel ini, Anda bisa semakin mantap menyiapkan bisnis atau usaha yang telah dipilih, lalu menemukan klien atau investor melalui proposal tersebut.

Recommended Article