Jenis-Jenis Pricing Strategy Untuk Kembangkan Bisnis

September 6, 2022 | by Khairul Kamal

Dalam menjalankan bisnis sangat penting sekali untuk menentukan pricing strategy. Komponen dalam bisnis tersebut akan mempengaruhi jalannya bisnis kedepannya.

Pricing strategy atau penetapan harga memerlukan beberapa pertimbangan agar bisa menerapkan aturan yang tepat dan terbaik untuk bisnis Anda.

Apa Itu Pricing Strategy?

Sebagai seorang pebisnis, tentunya Anda diharuskan familiar dengan yang namanya pricing strategy.

Hal ini disebabkan karena strategi tersebut bisa mempengaruhi jalannya bisnis.

Bahkan, kesuksesan dari suatu bisnis juga ditentukan dari hal ini terlebih dahulu. Sehingga, perannya sangat krusial bagi bisnis apapun.

Pricing strategy adalah strategi yang digunakan untuk menetapkan jumlah uang atau harga dari produk Anda.

Metode yang digunakan untuk menetapkan harga juga berbeda-beda, namun untuk bisnis tentu harus dipilih yang terbaik.

Dengan melakukan strategi ini maka akan dapat memaksimalkan profit dan value sekaligus mempertimbangkan permintaan dari konsumen dan pasar.

Penetapan strategi ini dipengaruhi oleh berbagai hal. Umumnya, hal yang menjadi pertimbangan ditetapkannya strategi ini dibagi menjadi dua jenis yaitu faktor internal dan eksternal.

Sehingga, dalam penetapannya tidak boleh untuk asal dilakukan karena harus mempertimbangkan banyak hal agar bisa memberikan hasil yang positif untuk bisnis.

Faktor yang Perlu Dipertimbangkan

Ada berbagai faktor pricing strategy yang penting untuk Anda ketahui. Dengan mengetahui berbagai faktor tersebut bisa membantu Anda dalam merencanakan strategi yang lebih matang.

Lalu, apa saja yang menjadi faktor-faktor dibalik perencanaan strategi tersebut?

Berikut ini adalah berbagai faktor yang mempengaruhi penetapan pricing strategy:

  1. Biaya

Perusahaan dapat menghasilkan keuntungan apabila bisa menetapkan harga jual yang lebih tinggi ketimbang modal yang sudah dikeluarkan.

Jika dibandingkan, semakin besar selisihnya maka akan semakin untung perusahaan tersebut. Hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis.

Biaya seringkali menjadi faktor yang paling dipertimbangkan dibanding faktor lain.

Salah satu pendekatan yang sering digunakan akibat dari pertimbangan faktor ini adalah cost plus pricing.

Dengan melakukan pendekatan ini maka perusahaan hanya menambahkan margin dari keuntungan dengan biaya unit.

  1. Pelanggan

Pelanggan juga menjadi salah satu faktor lainnya yang menentukan strategi penentuan harga.

Hal ini disebabkan karena beberapa pelanggan sudah sadar akan biaya.

Sehingga, tak jarang juga ditemukan banyak pelanggan yang lebih menyukai produk dengan harga murah karena lebih sesuai dengan rencana pengeluaran.

Sedangkan, ada juga pelanggan yang lebih mementingkan kualitas dan tidak masalah dengan harga sehingga membuat keputusan yang berbeda dalam pembelian.

Pelanggan yang seperti ini lebih memilih produk berkualitas karena lebih spesial dan sesuai dengan citra diri.

Jadi, penentuan strategi tersebut juga harus jelas akan menyasar pada golongan pelanggan yang seperti apa.

  1. Jenis Produk

Faktor penentu lainnya adalah jenis produk. Dalam menentukan strategi dalam penetapan harga juga sangat penting untuk mempertimbangkannya berdasarkan jenis produk.

Untuk jenis produk sendiri biasanya terbagi menjadi dua jenis yaitu produk massal dan produk terdiferensiasi.

Produk massal bersifat homogen dan perusahaan biasanya menawarkan pada harga yang berada pada rata-rata pesaing.

Sedangkan, untuk produk terdiferensiasi biasanya menawarkan harga yang lebih premium.

Hal ini juga sering menjadi tanda bahwa produk ini mempunyai kualitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan produk massal.

  1. Target Pasar

Sebagai pebisnis tentunya sangat penting sekali untuk mengetahui target pasar. Selain itu, target pasar juga sering menjadi faktor yang menjadi penyebab dalam penentuan harga.

Target pasar biasanya dibagi menjadi dua jenis, yaitu pasar baru dan pasar saat ini. Sehingga, strategi penetapan harganya berbeda.

Jika menetapkan target pasar baru, biasanya akan menetapkan harga yang lebih rendah karena akan lebih mudah menarik para pelanggan baru.

Sehingga, perusahaan mempunyai kekuatan untuk berada pada posisi pasar yang lebih kuat. Jika menetapkan target pasar saat ini maka bisa saja mengikuti harga yang sudah umum.

  1. Pesaing

Dalam dunia bisnis tentunya akan selalu ada pesaing dan pesaing juga menjadi faktor yang menyebabkan pentingnya melakukan strategi penetapan harga.

Harga produk yang dijual oleh pesaing sering kali dijadikan sebagai pertimbangan suatu perusahaan untuk menetapkan harga dari produk yang mereka jual.

Biasanya, perusahaan akan memantau harga-harga dari produk yang pesaing tawarkan kepada para pelanggan.

Perusahaan nantinya bisa menggunakan harga dibawah, sama, atau diatas rata-rata dari yang ditawarkan oleh pesaing.

Jika bisnis Anda ingin meningkat pada posisi pasar, maka bisa menggunakan harga yang lebih rendah karena akan lebih menarik.

Jika berada pada pasar yang kompetitif, maka bisa menerapkan harga yang sesuai dengan rata-rata para pesaing.

Jika ingin menetapkan harga yang lebih tinggi maka perusahaan harus sadar untuk menargetkan penjualannya pada pelanggan yang sadar kualitas.

  1. Elastisitas Harga

Elastisitas dipengaruhi ketika perubahan harga yang kecil namun mengarah ke permintaan yang lebih tinggi.

Sebagai contoh, jika harga produk yang Anda tawarkan turun 5% maka ada baiknya untuk meningkatkan permintaan lebih dari 5%.

Respon ini sangat penting dalam mengambil kebijakan untuk menentukan strategi penetapan harga.

  1. Siklus Hidup Dari Produk

Ada beberapa siklus hidup dari produk diantaranya adalah tahap pengembangan, tahap pengenalan, tahap pertumbuhan, tahap matang, dan tahap penurunan.

Berbagai tahapan ini akan menentukan strategi dalam penetapan harga nantinya. Maka, sangat penting sekali untuk mempelajari siklus hidup dari produk yang Anda miliki.

Berbagai Jenis Pricing Strategy Untuk Bisnis

Jenis pricing strategy ada banyak sekali yang bisa untuk Anda terapkan pada bisnis. Anda bisa memilah sekiranya strategi mana yang paling sesuai untuk bisnis yang sedang dijalankan.

Lalu, apa saja strategi-strategi tersebut?

Berikut ini adalah berbagai strateginya:

  1. Value Based Pricing

Strategy pricing ini dilakukan dengan cara menetapkan harga dengan basis nilai. Anda akan menetapkan harga sesuai dengan kelayakan produk.

Kelayakan produk ini biasanya dilihat oleh para konsumen.

  1. Competitive Pricing

Strategi ini dilakukan berdasarkan harga yang dibebankan oleh para pesaing. Strategi ini bisa menjadi baik jika Anda melakukannya pada situasi yang tepat.

Seperti misalnya ketika bisnis baru dimulai dan belum memiliki banyak ruang untuk berkembang.

  1. Price Skimming

Strategi price skimming dilakukan ketika Anda menerapkan harga setinggi mungkin lalu menurunkannya.

Strategi ini dilakukan dengan tujuan menelusuri batas pasar dan menjangkau semua kalangan.

  1. Cost Plus Pricing

Cost plus pricing merupakan strategi yang dilakukan dengan cara menghitung biaya produksi kemudian menambahkan persentase lain ke dalamnya.

Strategi ini termasuk yang sederhana namun kurang ideal untuk produk fisik.

  1. Penetration Pricing

Penetration pricing merupakan strategi yang dilakukan ketika produk baru dibuat untuk bisa setara atau lebih unggul dari kompetitor dari segi harga.

Caranya adalah dengan menawarkan harga yang lebih rendah dari kompetitor. Jenis pricing strategy ini bisa dengan mudah menarik para pelanggan dan meningkatkan penjualan.

Recommended Article