Contoh Kasus Komunikasi Bisnis dan Penyelesaiannya

August 6, 2021 | by Aldilla Setiawan

Mungkin kita tidak menyadarinya, sebenarnya kita sudah terlibat dalam kegiatan komunikasi sejak bangun tidur hingga tidur lagi.

Di pagi hari, kita menggunakan ponsel untuk membangunkan orang lain, kemudian menjawab panggilan atau membaca pesan teks, membaca koran, menonton TV, mengobrol dengan teman, mendengarkan radio, atau membaca buku sebelum tidur .

Memang, tidak ada orang yang tidak berkomunikasi dalam hidupnya. Kita bisa membayangkan seperti apa kehidupan manusia jika manusia tidak memiliki komunikasi.

Orang tidak dapat mengekspresikan keinginan mereka, juga tidak dapat memuaskan kebutuhan mereka.

Manusia juga tidak dapat mengetahui apa yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, orang sering mengatakan bahwa salah satu ciri manusia adalah komunikasi, sehingga manusia disebut makhluk komunikatif.

Komunikasi pada dasarnya meliputi beberapa kegiatan yaitu, dari berbicara, mendengarkan, membaca, hingga menulis.

Bentuk kegiatan-kegiatan komunikasi ini dibagi menjadi dua, yaitu komunikasi lisan dan tertulis. Kegiatan komunikasi lisan adalah kegiatan komunikasi yang lebih dulu terjadi sejak sejarah peradaban manusia.

Karena kegiatan komunikasi tertulis dilakukan oleh manusia hanya setelah manusia mengenal huruf. Bisa dibayangkan bahwa mereka yang buta huruf sebagian besar masih berkomunikasi dalam bahasa Inggris lisan.

Berbeda dengan mereka yang tidak buta huruf, kegiatan komunikasi tertulis merupakan bagian penting dari kehidupan mereka.

Sekarang, mari kita belajar tentang komunikasi bisnis, contoh kasus komunikasi bisnis dan penyelesaiannya. Mari sama-sama kita lihat penjelasannya dibawah ini.

 

Apa itu Komunikasi Bisnis ?

Komunikasi dikatakan sebagai bentuk komunikasi dengan tujuan komersial. Bentuknya berbeda dengan komunikasi biasa.

Lebih fokus dan fokus pada kepentingan perusahaan. Bagi para pelaku bisnis yang ingin usahanya terus berkembang, tentunya penting untuk memahami bentuk komunikasi ini.

Bisa praktis, atau bisa jadi bahan tim optimasi internal perusahaan. Komunikasi bisnis melibatkan pertukaran informasi yang konstan.

Semakin banyak perusahaan berkembang, semakin besar tekanan pada mereka untuk menemukan cara yang lebih efektif untuk berkomunikasi—dengan pekerja dan dunia luar. Oleh karena itu, bisnis dan komunikasi berjalan beriringan.

 

Manfaat Komunikasi Bisnis bagi Perusahaan

  1. Mempermudah Perusahaan untuk Mencapai Tujuannya

Sebagai sebuah organisasi, setiap perusahaan pasti memiliki visi dan misi. Ketika semua anggota organisasi memahami dan menyadarinya, segala sesuatu yang telah menjadi keputusan dapat tercapai.

Hal ini jelas membutuhkan koordinasi, rapat, rapat, dan berbagai hal yang berkaitan dengan komunikasi. Terkadang bahkan tidak hanya secara internal, tetapi juga secara eksternal.

  1. Meningkatkan Saling Pengertian

Sumber daya manusia perusahaan berasal dari berbagai latar belakang. Mereka memiliki kepala yang berbeda. Tentu saja, semuanya harus melalui kegiatan komunikasi untuk memastikan keharmonisan.

Komunikasi bisnis membantu pelanggan, pelanggan, pemasok, dan lainnya memberikan dampak positif bagi perusahaan.

  1. Mempermudah Akses Informasi Penting

Saat menjalankan perusahaan, Anda harus mengandalkan informasi yang akurat. Semua ini adalah aset untuk menetapkan tujuan, strategi, dan pengambilan keputusan. Tentu saja, informasi ini tidak dapat muncul begitu saja.

 

Tujuan Komunikasi Bisnis Bagi Perusahaan

  1. Pertukaran Informasi

Melalui komunikasi bisnis, pertukaran ide, fakta, dan berbagai informasi lainnya dapat tercapai dengan lancar. Untuk internal dan eksternal perusahaan.

  1. Mencapai Tujuan Organisasi

Komunikasi yang baik juga akan berdampak pada terwujudnya tujuan perusahaan. Baik itu dalam visi, misi atau rencana jangka pendek, dijelaskan.

  1. Instruksikan Bawahan

Ketika semua anggota dapat menjalankan rencana tersebut, perusahaan dapat berjalan dengan cara terbaik. Dari atas ke bawah. Oleh karena itu, atasan dapat melakukan komunikasi bisnis dan membuat pekerjaan bawahan lebih fokus.

  1. Memotivasi Karyawan atau Tim

Kebutuhan manusia bukan hanya uang. Oleh karena itu, terkadang efektivitas tempurnya akan menurun karena faktor lain.

Pada saat ini dimungkinkan bagi atasan untuk melakukan komunikasi yang mencakup motivasi, sehingga seluruh anggota tim dapat berperan dalam level yang baik.

 

Contoh Kasus Komunikasi Bisnis

Contoh Ilustrasi Kasus  :

Seperti yang sudah diketahui, struktur organisasi harusnya berjenjang. Namun proses komunikasi antara bawahan dengan atasan sudah menyalahi aturan tersebut.

Dalam kasus ini, Kepala Departemen berulang kali melapor langsung kepada Direktur Utama jika ingin meminta hal-hal penting tertentu, padahal seharusnya Kepala Departemen bertanggung jawab langsung kepada Wakil Direktur sebagai atasannya. Mengapa bisa terjadi hal semacam itu ?

Diagnosa  Masalah :

Menganalisis kasus diatas, kemungkinan adanya prosedur struktur organisasi yang tidak jelas, pola sikap atasan yang tidak menghargai bawahan meskipun bawahan merupakan orang yang lebih tua, atau mungkin management kedisiplinan yang tidak tegas dan bijak.

 

Penyelesaian Kasus Komunikasi Bisnis

Wakil Direktur harus melakukan komunikasi dengan Direktur Utama untuk membicarakan segala permasalahan yang ada dan sudah terjadi guna mempertegas lagi peran dan tanggung jawab masing-masing individu sesuai dengan prosedur struktur organisasi.

Dalam hal ini kepemimpinan Direktur Utama sangat kurang, karena Direktur Utama harusnya tidak bisa memberikan instruksi kepada Kepala Departemen.

Semua masalah yang ada didepartemennya harus dikomunikasikan kepada Wakil Direktur, sehingga dia memiliki tanggung jawab untuk memecahkan masalah terlebih dahulu.

Jika masalahnya tidak selesai atau terlalu rumit, Wakil Direktur bisa meminta bantuan Direktur Utama.

Namun apabila penanggung jawab departemen berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama, hal ini akan sangat tidak efisien dan malah terkesan menyalah gunakan wewenangnya.

Memperbaiki dan meningkatkan nilai-nilai yang dipegang oleh seluruh individu dalam perusahaan. Hal ini bertujuan agar individu dalam organisasi memiliki sikap saling menghormati dan berperilaku tanpa rasa senioritas.

Karena kualifikasi akan membuat individu lebih mementingkan kepentingannya sendiri. Karena komunikasi bisnis dalam organisasi memegang peranan yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan seluruh organisasi.

Recommended Article