Kenal Lebih Dekat Dengan Chatbot Bahasa Indonesia!

June 17, 2019 | by admin

Chatbot merupakan sebuah layanan obrolan robot/tokoh virtual dengan AI (Artificial Intelligent) untuk menirukan percakapan manusia melalui suara ataupun teks yang dapat ditemukan di website dan aplikasi seperti Facebook, WhatsApp atau Twitter.

Chatbot berperan sebagai asisten digital yang dapat memahami, memproses permintaan pengguna, dan memberikan jawaban yang relevan.

Karena itu, teknologi ini disebut sebagai “bot”, yang merupakan istilah paling umum untuk robot online.

Selain itu, Chatbot dapat melakukan tugas-tugas seperti memprediksi cuaca (Weather Bot), membantu dalam pemilihan dan persiapan makanan (Grocery Bot), membantu dalam penyelesaian reservasi (Reservasi Bot), membantu dalam pemberian saran (Life Advice Bot), dan juga bot dapat dijadikan sebagai teman untuk berbincang-bincang (SimSimi).

Chatbot sudah di kembangkan sejak tahun 1960 an, ELIZA adalah nama chatbot pertama yang di bangun oleh Joseph Wizenbaum tepatnya pada tahun 1966.

Cara kerja ELIZA sangat sederhana, user hanya perlu mengajukan pertanyaan kemudian ELIZA akan menjawab dengan database yang di milikinya.

Chatbot Indonesia

Ditengah keluaran chatbot yang pada umumnya membalas pesan atau pertanyaan menggunakan bahasa Inggris dan menggunakan bahasa-bahasa lainnya, Indonesia sudah seharusnya tidak ketinggalan jika bicara soal teknologi AI yang berbahasa Indonesia!

Sebagai negara dengan penerapan AI di Indonesia yang lebih signifikan dibanding negara-negara Asia Pasifik lainnya, perlu Anda ketahui bahwa Indonesia hingga kini telah menyerap lebih dari 24,6% organisasi yang mengadopsi sistem kecerdasan buatan.

Data yang didapatkan dari International Data Corporation (IDC) per-tahun 2018 ini juga mencatat bahwa angka tersebut disusul oleh Thailand yang hanya 17.7%, Singapura 9.9% dan Malaysia sebanyak 8.1%.

Chatbot pada dasarnya memiliki kemampuan untuk melakukan percakapan layaknya manusia.

Percakapan tersebut dibuat untuk mempermudah komunikasi dan agar komputer mampu memahami kebutuhan manusia.

Dengan merespon percakapan selayaknya manusia, chatbot mampu dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan seperti mencari berita terbaru, memesan makanan, mengambil laundry, memesan tiket pesawat hingga mengobrol secara kasual.

 Keuntungan Chatbot Bahasa Indonesia 

Sebagai perusahaan yang bergerak aktif di dunia teknologi, BOTIKA menaruh perhatian ekstra terhadap perkembangan teknologi kecerdasan buatan di Indonesia.

Sehingga pembuatan chatbot yang berbahasa Indonesia menjadi solusi utama, dalam mengatasai minimnya penggunaan bahasa Indonesia dalam dunia teknologi dan internet.

Tak hanya itu, penggunaan teknologi chatbot yang berbahasa Indonesia juga mampu meningkatkan nilai lebih dari bahasa nasional, dibandingkan bahasa-bahasa lainnya di dunia.

Dengan mengadopsi NLP yang berbahasa Indonesia dan mengombinasikannya kedalam teknologi IT, chatbot bahasa Indonesia milik BOTIKA memiliki fokus untuk menciptakan kemudahan dalam mengakses informasi bagi ribuan orang, dengan tenaga CS yang terbatas.

Dalam praktik bisnisnya, chatbot bahasa Indonesia faktanya memiliki beberapa keuntungan, sebagai berikut :

1.) Memudahkan Pengisian Konten Percakapan

Dengan chatbot yang menggunakan bahasa Indonesia, tentunya perusahaan Anda tak perlu repot-repot untuk melakukan translasi ke bahasa lainnya.

Dari mulai pengisian konten percakapan pertama kali, hingga perbaikan lainnya terkait percakapan di chatbot, dapat diatur sesuai kebutuhan!

2.) Mendekatkan Pelanggan Anda

Semakin dekat bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi dengan pelanggan Anda, tentu chatbot mampu meningkatkan kepuasan dari pelayanan terhadap pelanggan.

Menariknya, NLP Bahasa Indonesia yang digunakan dalam chatbot juga dapat disesuaikan berdasarkan target / segmen dari perusahaan.

3.) Strategi Segmentasi Marketing

Sebagai contoh, jika perusahaan Anda memiliki sasaran target millenial, maka diksi bahasa Indonesia yang seharusnya digunakan dalam percakapan bisa diatur menjadi lebih bersahabat dan memiliki topik konten yang populer ditengah dunia millenial.

Chatbot bahasa Indonesia ini menjadi salah satu strategi Anda untuk menentukan strategi marketing agar sesuai dengan target.

Perlu diingat bahwa Anda perlu menyesuaikan, kepada pelanggan siapa yang akan Anda ajak untuk berkomunikasi.

 Contoh Chatbot Populer

Ada beberapa contoh chatbot yang di bangun oleh organisasi atupun perusahaan top dunia yang sukses memberikan pelayanan yang mumpuni, mari kita lihat 3 contoh sukses penerapan chatbot dalam memberikan informasi atau melayani pelanggan, berikut adalah contohnya :

1.) Chatbot Covid 19 WHO (World Health Organization)

WHO yang merupakan organisasi kesehatan dunia yang menggunakan teknologi chatbot untuk memberikan informasi seputar pandemi.

WHO membuat chatbot yang diberi nama “WHO Health Alert” yang terintegrasi ke WhatsApp dan tersedia dalam 6 bahasa (Russia, Prancis, Spanyol, Inggris, Arab dan Cina).

Chatbot ini terus di kembangkan dalam berbagai bahasa lainya untuk melayani dan menjangkau lebih banyak negara di seluruh dunia.

2.) KIA Chatbot

KIA merupakan perusahaaan otomotif terkemuka  di dunia, mereka menggunakan teknologi chatbot AI yang di itegrasikan di dalam facebook messenger dan terbukti mampu menaikan konversi penjualan sampa 21% .

Chatbot ini mampu melayani kurang lebih 115.000 pelanggan dalam setiap minggunya, KIA memberikan pernyataan bahwa interaksi pelanggan dengan chatbot facebook ini tiga kali lebih besar daripada interkasi yang terjadi di official website yang mereka miliki.

3.) National Geographic Chatbot

Untuk mempromosikan salah satu programnya yang di beri nama Genius Tv Show, National Geographic melakukan pendekatan yang berbeda dalam membangun bot yang mereka miliki.

Genius merupakan sebuah acara yang memiliki tema konten tentang tokoh tokoh intelektiual dunia seperti Albert Einstein, Picasso dan masih banyak lagi.

Jika pada umumnya perusahan menggunakan media bot untuk menyebarkan informasi seputar produk , promosi maupun event event marketing, National Geographic memiliki chatbot yang bertujuan untuk membangun keintiman dengan para penggemar konten-konten national geographic.

Cara Chatbot Bekerja

Chatbot menggunakan berbagai teknologi dimana didalamnya terdapat Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, Deep Learning, dan Natural Language Processing (NLP).

Machine Learning dapat digunakan untuk mengajar, menganalisis, dan menggeneralisasi berbagai bahasa untuk chatbot, sedangkan Natural Language Processing (NLP) memiliki kemampuan untuk mempelajari dan memahami bahasa manusia sebelum memberikan respon yang konsisten dengan bahasa yang diucapkan oleh pengguna chatbot.

1.) Patern Matching

Pencocokan pola adalah cara yang memungkinkan bot mengelompokkan teks. Selain itu, metode ini umumnya dikaitkan dengan sistem dukungan pelanggan virtual, contohnya adalah live chat.

Chatbot dapat memenuhi menjawab berdasarkan pertanyaan yang diajukan.

Pengumpulan teks dan kata dilakukan dengan kecerdasan buatan yang bernama AIML (Artificial Intelligence Markup Language). Saat permintaan masuk tidak cocok dengan pola, cara ini dapat mencegah bot untuk merespon.

2.) Decision Tree-Based

Metode decision tree based lebih diminati oleh para pebisnis karena tidak terlalu rumit, memiliki kecepatan, dan juga eksekusi pelayanan yang lebih baik.

Penerapan decision tree based untuk chatbot umumnya dapat mengajukan satu widget yang terdiri atas tombol teks jawaban.

Layanan help dengan menggunakan metode ini terbukti sangat membantu penyelesaian masalah-masalah yang di hadapi.

3.) Contextual

Metode kontekstual di bangun di atas system AI yang di kenal secara luas dengan nama machine learning.

Metode kontekstual membuat percakapan menjadi lebih natural, dibandingkan dengan Patern Matching atau metode decision tree based.

Penerapan Natural Language Processing (NLP) adalah kunci dari suksesnya penerapan metode kontekstual ini.

Penerapan Chatbot Dalam Bisnis

1.) Chatbot WhatsApp

Chatbot WhatsApp merupakan sebuah bot yang di integrasikan kedalam WhatsApp untuk membalas pesan secara otomatis kepada para pelanggan.

Pertanyaan – pertanyaan yang umum di tanyakan oleh para pelanggan seperti harga produk, ongkos kirim maupun fitur-fitur produk dapat diatasi dengan mudah oleh chatbot.

WhatsApp merupakan aplikasi yang sangat popular di Indonesia, hampir setiap orang yang memiliki smartphone menginstall WhatsApp di dalamnya.

Menurut data yan di himpun oleh statista.com, sejak munculnya pandemic penggunaan WhatsApp meningkat sebesar 40% dari sebelumnya.

Selain digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari WhatsApp juga bisa di manfaatkan untuk keperluan bisnis.

Untuk melayani pelanggan dalam skala yang kecil membalas pesan secara manual masih bisa dilakukan tetapi bagaimana jika pelanggan anda semakin banyak tentu akan sangat merepotkan jika harus membalas pesan mereka satu persatu, solusi untuk mengatasi problem ini adalah dengan menggunakan chatbot WhatsApp.

2.) Chatbot Telegram

Telegram mengumumkan telah mencapai 500 juta pengguna aktif di seluruh dunia pada Januari 2021, hal ini tentu menjadikan platform sosial media ini tidak bisa di pandang sebelah mata.

Telegram telah menjadi salah satu kanal digital marketing yang efektif, dengan membangun chatbot telegram di harapkan bisa memberikan pelayanan dan merawat pelanggan dengan lebih baik lagi.

Tidak seperti manusia yang membutuhkan istirahat, pelayanan di telegram dengan bantuan chatbot akan memanjakan pelanggan selama 24 jam dalam satu minggu.

Manfaat Chatbot untuk Bisnis

Lantas, apa sebenarnya manfaat Chatbot dalam sebuah bisnis? Simak daftar ulasan lengkapnya di bawah ini:

  1. ) Menghemat Waktu

Manfaat paling penting dari menggunakan chatbot adalah dapat menghemat waktu bagi mereka yang ingin mendapatkan informasi.

Chatbot akan memberikan informasi yang relevan sebagai tanggapan atas permintaan pelanggan.

Jadi, mereka tidak perlu menunggu untuk mendapatkan tanggapan dari pebisnis. Manfaat ini tentunya dapat membantu bisnis untuk lebih produktif, karena tidak akan kewalahan saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pengguna.

  1. ) Memberikan Kepuasan Pelanggan yang Lebih Baik

Manfaat kedua menggunakan chatbot adalah dapat memberikan informasi yang lebih berguna bagi pengguna.

Secara umum, chatbot bersifat nonstop untuk menjawab pertanyaan dari pelanggan kapanpun dan dimanapun.

Jika pertanyaan pelanggan tidak bisa dijawab dengan cepat, pelanggan biasanya akan kesal dan tidak akan mau menggunakan jasa perusahaan lagi. Namun, jika menggunakan chatbot hal ini dapat dihindari.

  1. ) Tidak Memerlukan Dana yang Besar

Dengan menggunakan chatbot pebisnis tidak perlu mengeluarkan dana yang lebih besar karena selain lebih hemat dan efektif, pebisnis yang menggunakan chatbot bisa menghemat biaya dukungan pelanggan hingga 30%.

  1. ) Mengurangi Kesalahan

Tidak ada orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. Seorang karyawan kemungkinan pernah membuat kesalahan baik itu kesalahan ringan ataupun kesalahan berat. Namun, saat menggunakan layanan chatbot, human error akan terminimalisir.

Secara umum, setiap jawaban akan sesuai dengan instruksi yang diberikan. Jadi, segala jenis kesalahan ini dapat dihindari untuk memastikan bahwa pengguna tidak menerima informasi yang salah.

  1. ) Meningkatkan Jumlah Penjualan

Teknologi bot tidak hanya meningkatkan kepuasan pelanggan dalam layanan bisnis, tetapi juga meningkatkan reputasi perusahaan.

Jika bisnis pada suatu perusahaan memiliki reputasi yang baik, maka transaksi yang ada pun akan meningkat. Hasil riset dari Forrester Consulting menyatakan bahwa “bot” juga dapat meningkatkan hasil investasi sebesar 305%.

Chatbotika

Chatbotika adalah pembelajaran mesin dan pemrosesan bahasa alami (NLP) dalam bahasa lokal yang memungkinkan bisnis dengan mudah melayani lebih banyak pelanggan, mengurangi biaya, dan meningkatkan tingkat layanan pada saat bersamaan.

Teknologi ini dapat memahami kebutuhan, mengotomatiskan pekerjaan berulang, secara otomatis berkomunikasi, bertransaksi, dan mampu melakukan percakapan intelektual baik teks atau suara dengan pelanggan melalui banyak platform seperti email, WhatsApp, Line, messenger, telegram, situs web, aplikasi seluler, dan lainnya.

Fitur lain yang hanya tersedia melalui chatbot Botika antara lain kombinasi bahasa daerah dan bahasa nasional.

Chatbot juga dapat menjawab pertanyaan dengan mencocokkan bahasa yang digunakan pengguna dengan kebiasaan dan latar belakang masing-masing pengguna.

Misalnya, jika pengguna berasal dari generasi milenial, chatbot dapat menyesuaikan percakapan dengan bahasa yang mereka gunakan sehari-hari, sehingga menjadikannya lebih pribadi.

Botika juga memiliki “chat console” untuk memudahkan mengelola percakapan yang ada dari berbagai macam channel yang ada dalam satu layar.

Dengan fitur ini, pemilik bisnis dapat melihat semua percakapan dari banyak sumber tanpa harus melalui setiap saluran satu per satu.

Chatbot Botika dapat menangani sejumlah besar pengguna dalam waktu singkat tanpa mengalami kesalahan apa pun.

Jika dibandingkan, manusia hanya dapat menangani maksimal tiga hingga empat pengguna dalam waktu yang sama.

Manfaat lain dari chatbot botika termasuk kemampuan untuk meningkatkan jumlah orang yang menggunakannya.

Jika melakukan percakapan biasa dengan seseorang, suasana hati (mood) kemungkinan akan menjadi pengaruh saat membalas pesan.

Penutup

Chatbot adalah layanan kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligent) yaitu obrolan robot/tokoh virtual yang menirukan percakapan manusia melalui suara, obrolan teks, atau keduanya.

Selain dapat menghemat biaya layanan pelanggan, menggunakan bot dapat membantu Anda memberi pelayanan terbaik kepada klien.

Anda juga dapat menggunakan chatbot sebagai customer service pendukung di media sosial. Pada dasarnya, pilihan platform chatbot terbaik harus kembali ke kebutuhan tiap perusahaan.

Sebelum menentukan platform mana yang terbaik alangkah baiknya tentukan dulu tujuan bisnis dari perusahaan Anda, karena kembali lagi pilihan platform chatbot adalah harus sesuai dengan kebutuhan.

Nah apakah anda tertarik menaikan level bisnis anda dengan dukungan sistem chatbot yang mumpuni, diskusikan dengan botika kebutuhan anda.

Recommended Article