Startup Keamanan AI Ini Kini Bernilai US$1,2 Miliar

July 23, 2026 | by Luna

Glow mengembangkan solusi keamanan AI berbasis agen untuk melindungi endpoint perusahaan

Lonjakan kekhawatiran terhadap keamanan siber di era kecerdasan buatan memicu lahirnya pemain baru dengan ambisi besar. Glow adalah startup yang berfokus pada keamanan AI untuk perusahaan. Perusahaan ini resmi keluar dari fase stealth dengan pendanaan Seri A senilai US$180 juta.

Suntikan modal ini langsung mengangkat valuasi perusahaan yang berbasis di Tel Aviv dan Palo Alto tersebut. Dengan demikian, valuasinya kini mencapai kisaran “unicorn”, sekitar US$1,2 miliar.

Glow didirikan oleh Roi Tiger, mantan wakil presiden bidang rekayasa di Facebook. Perusahaan ini memposisikan diri sebagai spesialis keamanan endpoint di tengah ledakan penggunaan AI di lingkungan korporat. Tiger menilai banyak perusahaan kini kewalahan menghadapi potensi ancaman keamanan di ekosistem yang kian kompleks. Penggunaan rutin bot, asisten, dan agen AI di perangkat kerja pun meningkat tajam dalam satu tahun terakhir. Selanjutnya, tren ini tercatat dalam riset Verizon. Selain itu, karyawan memanfaatkan AI untuk tugas yang semakin rumit, sementara tim keamanan kesulitan mengikuti kecepatan evolusi teknologi.

Prinsip Pencegahan dan Cara Kerja Agen AI Glow

Glow berangkat dari premis bahwa alat keamanan tradisional tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan baru ini. Perusahaan menawarkan model operasi keamanan generasi berikutnya yang juga memanfaatkan AI. Fokusnya ada pada pencegahan, bukan sekadar respons.

“Pencegahan selalu menjadi jawaban yang tepat dalam keamanan. Hanya saja, pendekatan itu tidak pernah berhasil dalam skala perusahaan tanpa menghambat bisnis. AI mengatasinya,” ujar Tiger dalam pernyataan resmi. “Begitu kami melihat apa yang dimungkinkan oleh AI, kami tahu endpoint akhirnya dapat dilindungi sebagaimana mestinya.”

Inti pendekatan Glow adalah penerapan agen AI khusus yang bekerja secara terus-menerus. Agen ini memetakan lingkungan, menganalisis risiko secara waktu nyata dengan konteks dan penalaran, lalu mengambil keputusan otomatis. Sebagai contoh, agen-agen ini dapat menentukan perangkat lunak mana yang aman digunakan dalam operasional bisnis. Sebaliknya, perangkat lunak yang berisiko akan diblokir sebelum menimbulkan masalah. Dengan mekanisme tersebut, potensi ancaman diklaim berkurang secara signifikan. Selain itu, seluruh proses berlangsung secara instan di belakang layar sehingga tidak mengganggu alur kerja karyawan.

Arsitektur Terpusat dan Pelanggan Awal Glow

Kecepatan dan efisiensi sistem Glow ditopang oleh arsitektur yang dijalankan di peladen pusat milik perusahaan, bukan langsung di perangkat endpoint. Dengan demikian, pendekatan ini dimaksudkan untuk menghindari beban komputasi berlebih di laptop, ponsel, atau perangkat kerja lain yang digunakan karyawan.

Meski baru keluar dari mode stealth, Glow menyatakan telah mengamankan kesepakatan dengan pelanggan korporat. Kesepakatan ini mencakup sektor kesehatan, ritel, dan jasa keuangan. Namun, perusahaan belum mengungkapkan nama maupun jumlah klien yang sudah bergabung.

Investor dan Rencana Penggunaan Dana Segar

Pendanaan baru ini akan digunakan Glow untuk mempercepat adopsi teknologinya di pasar. Selain itu, dana ini juga dipakai untuk memperkuat tim pengembang di Glow Labs, unit riset internal yang menjadi pusat inovasi perusahaan.

Putaran Seri A tersebut dipimpin oleh Sequoia, Cyberstarts, Greenoaks, dan Redpoint Ventures. Investor lain yang turut berpartisipasi meliputi Index Ventures, Swish Ventures, Lux Capital, Operator Collective, dan Holly Ventures.

Kombinasi investor papan atas ini menempatkan Glow pada posisi strategis di industri. Dengan demikian, Glow menjadi salah satu pemain kunci dalam perlombaan global mengamankan era AI di tingkat perusahaan.

Recommended Article