Robotaksi Waymo Serba Baru Akhirnya Diluncurkan

May 31, 2026 | by Luna

Waymo Luncurkan Ojai, Robotaksi Listrik dengan Sistem Swakemudi Generasi Terbaru

Setelah melalui proses pengembangan selama empat tahun sejak tahap konsep, kendaraan swakemudi terbaru Waymo akhirnya resmi siap mengangkut penumpang. Perusahaan kini membuka akses layanan perjalanan dengan robotaksi generasi terbarunya kepada publik. Sejumlah pelanggan terpilih di San Francisco, Phoenix, dan Los Angeles akan menjadi yang pertama menjajal Ojai secara gratis dalam beberapa minggu mendatang, sementara Waymo mengumpulkan umpan balik sebelum beralih ke operasi komersial penuh.

Ojai sudah lama menjadi salah satu proyek paling dinantikan di ekosistem kendaraan otonom. Robotaksi ini merupakan minivan listrik murni yang dibangun di atas platform model pasar Tiongkok dari Zeekr, merek di bawah naungan Geely. Konsepnya pertama kali diperkenalkan di Los Angeles pada 2022, dan sejak itu Ojai menjalani pengembangan intensif selama bertahun-tahun, termasuk pengujian ribuan mil di jalan raya, sebagai bagian dari upaya Waymo menyempurnakan produk sebelum diluncurkan ke masyarakat luas.

Berbeda dari armada SUV Jaguar I-Pace yang selama ini menjadi ikon Waymo—kendaraan konvensional yang kemudian dimodifikasi menjadi swakemudi—Ojai dirancang sejak awal sebagai taksi otonom. Pendekatan “purpose-built” ini membuat pengalaman penumpang menjadi fokus utama. Waymo mengklaim pelanggan akan langsung merasakan bahwa Ojai jauh lebih selaras dengan kebutuhan mereka, mulai dari tata ruang hingga fitur interaksi di dalam kabin.

Secara desain, Ojai menawarkan akses keluar-masuk yang lebih mudah berkat pintu bergaya lift, kabin yang lapang, serta tiga layar berukuran besar yang memungkinkan penumpang mengatur berbagai aspek lingkungan di sekitar mereka secara real time. Namun, inovasi paling penting justru tersembunyi di balik panel bodi: Ojai menjadi panggung debut Waymo Driver generasi keenam, sistem otonom terbaru perusahaan yang menggabungkan pembaruan signifikan pada perangkat keras dan perangkat lunak.

Generasi keenam Waymo Driver ini menandai pergeseran strategi sensor yang cukup agresif. Dibandingkan generasi kelima, jumlah sensor dikurangi secara substansial tanpa mengorbankan kemampuan deteksi. Tumpukan sensor terbaru kini terdiri dari 13 kamera (turun dari 29), empat lidar (dari lima), dan enam radar. Pengurangan ini dimungkinkan berkat lompatan di bidang kecerdasan buatan, yang memungkinkan sistem memaksimalkan data dari sensor yang lebih sedikit namun lebih efisien. Waymo menyebut biaya tumpukan sensor per kendaraan kini berada di kisaran US$20.000, sebuah angka yang penting jika perusahaan ingin menskalakan armada dalam jumlah besar.

“Pendekatan perangkat keras kami yang fleksibel memungkinkan kami mengonfigurasi ulang sensor dan menggeneralisasi AI kami untuk memenuhi kebutuhan unik setiap platform—baik itu Ojai maupun Hyundai Ioniq 5, robotaksi kami berikutnya—sehingga Waymo Driver mendapatkan pandangan optimal terhadap lingkungan sekitarnya sekaligus tetap efisien,” tulis perusahaan dalam sebuah pernyataan resmi. Dengan kata lain, Waymo berupaya membangun arsitektur otonom yang dapat diadaptasi lintas model dan pabrikan, sebuah langkah strategis untuk memperluas jejak bisnisnya.

Salah satu implikasi langsung dari pembaruan teknologi ini adalah peningkatan kemampuan beroperasi di iklim yang lebih dingin dan wilayah dengan kondisi bersalju—area yang selama ini menjadi tantangan bagi banyak pemain kendaraan otonom. Waymo, yang sebelumnya fokus pada kota-kota beriklim hangat, kini mengonfirmasi bahwa mereka mulai mempersiapkan ekspansi layanan ke Chicago, sebuah pasar yang menuntut ketahanan sistem terhadap cuaca ekstrem.

Dari sisi produksi, Ojai akan dirakit di fasilitas Waymo di Mesa, Arizona, yang diklaim memiliki kapasitas untuk memproduksi hingga puluhan ribu unit per tahun. Kepala desain Waymo, Ryan Powell, mengatakan kepada CNBC bahwa ia memperkirakan ribuan unit Ojai akan mulai beroperasi di jalan raya pada akhir tahun ini, menandai fase baru dalam skala operasional robotaksi di Amerika Serikat.

Secara bisnis, Waymo memasuki fase ekspansi ini dengan posisi yang relatif kuat. Per Maret lalu, perusahaan melaporkan telah melayani sekitar setengah juta perjalanan otonom per minggu di berbagai kota di AS. Pada Februari, putaran pendanaan senilai US$16 miliar mendorong valuasi Waymo ke angka sekitar US$126 miliar, menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling bernilai di industri kendaraan swakemudi global. Dengan Ojai dan generasi terbaru Waymo Driver, perusahaan tampaknya tengah mempersiapkan diri untuk babak berikutnya dalam kompetisi robotaksi yang kian padat.

Recommended Article