Back to Blog 4 min read

Apa Arti Peningkatan Pangsa Pengeluaran Teknologi AI bagi Perusahaan pada Tahun 2027

Apa Arti Peningkatan Pangsa Pengeluaran Teknologi AI bagi Perusahaan pada Tahun 2027
Luna Luna
Nov 5, 2026

Pengeluaran AI: Tren dan Implikasinya bagi Anggaran Perusahaan

Investasi dalam kecerdasan buatan (AI) terus naik, sehingga perusahaan perlu meninjau ulang alokasi anggaran teknologi informasi (TI) mereka. Pengeluaran AI kini menjadi topik utama di ruang rapat.

Menurut laporan terbaru Forrester, AI diprediksi menyumbang sekitar 20% dari total pengeluaran teknologi bisnis pada 2027.

Seberapa Besar Pengeluaran AI Sebenarnya?

Angka 20% itu mencakup pengeluaran infrastruktur oleh vendor teknologi. Artinya, setiap perusahaan belum tentu mengalokasikan porsi anggaran TI sebesar itu untuk AI.

Meski begitu, tren ini tetap menjadi tantangan besar bagi Chief Information Officer (CIO). Mereka harus mengelola anggaran, memprioritaskan investasi, dan mengukur dampak jangka panjang teknologi AI.

Pendorong Utama Pengeluaran AI

Brian Hopkins, analis di Forrester, menjelaskan bahwa lonjakan pengeluaran AI terutama datang dari kebutuhan infrastruktur dan kapasitas komputasi. Contohnya server, chip, layanan cloud, akses model AI, dan langganan perangkat lunak.

AI juga mengubah cara perusahaan membayar perangkat lunak. Model konsumsi berbasis token, biaya penggunaan, dan kredit membuat penganggaran lebih rumit.

Biaya agen AI pun bervariasi, tergantung kompleksitas tugas dan daya komputasi yang dibutuhkan.

Mengapa Biaya AI Sulit Diprediksi?

Perangkat lunak tradisional biasanya berlangganan dengan harga tetap per pengguna. Pada AI, biaya sering mengikuti pemakaian: makin banyak permintaan dan makin rumit tugasnya, makin besar tagihannya.

Akibatnya, tagihan bulanan bisa berubah-ubah. Tim keuangan dan TI perlu memantau pemakaian secara berkala, bukan hanya menyetujui anggaran di awal tahun.

Strategi Pendanaan untuk Pengeluaran AI

Menghadapi kenaikan pengeluaran AI, Hopkins menyarankan perusahaan mengoptimalkan anggarannya. Salah satu caranya adalah menekan harga kontrak layanan TI dengan memanfaatkan efisiensi yang dihasilkan AI.

Perusahaan juga dapat mempertimbangkan membawa pengembangan perangkat lunak, dukungan, dan layanan pelanggan ke dalam perusahaan untuk mengurangi biaya eksternal.

Area yang Tidak Boleh Dikompromikan

Hopkins menekankan bahwa keamanan harus tetap menjadi prioritas utama. Keamanan sering dianggap pusat biaya, tetapi ancamannya meningkat karena penyerang kini memakai agen AI untuk mengeksploitasi kerentanan.

Perusahaan juga perlu memprioritaskan modernisasi infrastruktur ERP dan platform mahal seperti Salesforce. Proyek ini sering tertunda, padahal dampaknya pada efisiensi operasional signifikan.

Menghitung ROI dari Pengeluaran AI

Perusahaan sering keliru mengukur dampak finansial investasi AI. Hopkins menyebut tiga hasil utama yang perlu diperhatikan: pertumbuhan pendapatan, efisiensi atau pengurangan biaya, dan manajemen risiko yang lebih baik.

Hasil itu dapat diukur dalam tiga kerangka waktu: produktivitas (jangka pendek), keterlibatan (jangka menengah), dan transformasi (jangka panjang).

Produktivitas paling mudah diukur, tetapi dampaknya pada keuntungan sering lebih kecil dibanding potensi keterlibatan dan transformasi.

Biaya Tersembunyi dalam Implementasi AI

Hopkins juga mengingatkan soal “pajak kepercayaan” pada AI. Biaya ini mencakup pengujian, audit, pengamanan, pemantauan, dan tata kelola agar AI berjalan secara etis dan aman.

Biaya ini sering tak terlihat, tetapi bisa besar dan memengaruhi anggaran perusahaan.

Prioritas Investasi AI bagi CIO

Hopkins merekomendasikan tiga area utama: keamanan, data, dan platform AI. Namun perusahaan tidak bisa menunda adopsi AI sampai ketiganya sepenuhnya siap.

Strategi AI yang jelas, dengan target terukur dan portofolio investasi yang terstruktur, penting agar investasi AI berdampak pada metrik bisnis utama.

Langkah Praktis Menyusun Anggaran AI

Beberapa langkah dasar yang bisa dimulai tim TI dan keuangan:

  • Petakan semua pemakaian AI di perusahaan, termasuk langganan yang dibeli tiap tim secara terpisah.
  • Tetapkan metrik keberhasilan sebelum proyek dimulai, bukan sesudahnya.
  • Sisihkan anggaran untuk keamanan dan tata kelola, bukan hanya untuk lisensi dan komputasi.
  • Pantau tagihan berbasis pemakaian tiap bulan, lalu batasi pemakaian yang tidak terkontrol.
  • Mulai dari proyek kecil yang terukur, lalu perbesar setelah hasilnya jelas.

Pendekatan bertahap membantu perusahaan belajar dari hasil nyata sebelum menambah belanja.

Masa Depan Pengeluaran AI

Hopkins memperingatkan bahwa perusahaan yang hanya melihat AI sebagai alat produktivitas berisiko melewatkan peluang besar dalam keterlibatan dan transformasi.

Sebagian perusahaan akan mampu membangun kasus bisnis yang kuat. Banyak lainnya mungkin mundur karena hasilnya kurang jelas. Perbedaan itu diperkirakan makin nyata pada 2028-2029, saat dampak finansial strategi AI mulai terlihat.

Pertanyaan Umum tentang Pengeluaran AI

Apakah semua perusahaan akan menghabiskan 20% anggaran TI untuk AI?

Tidak. Menurut Forrester, angka 20% mencakup belanja infrastruktur oleh vendor teknologi, jadi bukan porsi yang pasti dialokasikan tiap perusahaan.

Apa yang membuat biaya AI sulit dianggarkan?

Model pembayaran berbasis token, biaya penggunaan, dan kredit, serta biaya agen AI yang bervariasi menurut kompleksitas tugas.

Apa itu “pajak kepercayaan” pada AI?

Biaya untuk pengujian, audit, pengamanan, pemantauan, dan tata kelola agar AI berjalan secara etis dan aman.

Kesimpulan: Mengelola Pengeluaran AI Secara Terukur

Dengan pengeluaran AI yang diproyeksikan terus naik, perusahaan perlu bersiap menghadapi tantangan anggaran yang kompleks.

Hanya perusahaan yang mengintegrasikan AI ke strategi bisnis secara terukur dan terarah yang dapat memanfaatkan potensi penuh teknologi ini.

You Might Also Like