Back to Blog 3 min read

Bagaimana ADP Memimpin Tata Kelola AI dengan Pendekatan Transparansi dan Pengawasan Manusia

Bagaimana ADP Memimpin Tata Kelola AI dengan Pendekatan Transparansi dan Pengawasan Manusia
Luna Luna
Oct 22, 2026

ADP Menetapkan Standar Tata Kelola AI yang Bertanggung Jawab

ADP, raksasa dalam bidang manajemen sumber daya manusia dan penggajian, telah menetapkan standar tinggi dalam tata kelola kecerdasan buatan (AI). Dengan fokus pada prinsip transparansi, keterjelasan, manajemen risiko, privasi, dan keamanan, perusahaan ini berhasil mengintegrasikan AI ke dalam produknya tanpa mengorbankan praktik tata kelola yang kuat. Pendekatan ini mencerminkan komitmen ADP untuk memastikan bahwa teknologi AI yang digunakan tetap bertanggung jawab dan aman bagi pengguna.

Secara internal, ADP memanfaatkan AI untuk mengotomatisasi tugas-tugas teknis seperti pengkodean serta pembuatan gambar dan video berbasis AI. Selain itu, perusahaan ini telah meluncurkan fitur AI generatif dalam alat ADP Assist, yang dirancang untuk mendukung berbagai alur kerja HR dan penggajian. Dengan teknologi ini, ADP membantu mengurangi beban kerja tim HR dan penggajian, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Komitmen terhadap AI yang Bertanggung Jawab

Helena Almeida, Wakil Presiden dan Penasihat Hukum Utama di ADP, menjelaskan bahwa perusahaan telah lama menerapkan program AI yang bertanggung jawab. Sejak 2018, ADP memiliki seperangkat etika AI dan data yang menjadi panduan dalam pengembangan teknologi mereka. Selain itu, ADP membentuk dewan etika AI dan data yang terdiri dari pakar internal dan eksternal di berbagai bidang, termasuk hukum, privasi, etika, HR, dan produk.

Seiring dengan semakin populernya AI generatif, ADP terus memperbarui tata kelola AI-nya untuk memastikan teknologi yang digunakan tetap adil, transparan, aman, dan melibatkan pengawasan manusia. “Keputusan penting yang memengaruhi orang tetap harus melibatkan manusia,” ujar Almeida.

Menghadapi Regulasi Global

Dalam menghadapi berbagai regulasi di berbagai negara, ADP mengandalkan prinsip-prinsip panduan yang telah lama diterapkan. Prinsip-prinsip seperti transparansi, keterjelasan, manajemen risiko, privasi, dan keamanan menjadi landasan dalam merancang produk mereka. Menurut Almeida, ADP merasa percaya diri bahwa program tata kelola mereka mampu memenuhi berbagai regulasi yang ada di seluruh dunia.

Namun, ADP juga sangat berhati-hati dalam memastikan produk AI mereka memiliki tingkat transparansi dan keterjelasan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab atas penggajian satu dari enam pekerja di Amerika Serikat, ADP memahami pentingnya menjaga kepercayaan dan keamanan data pengguna.

Pentingnya Keterlibatan Manusia dalam Tata Kelola AI

Salah satu prinsip utama ADP adalah memastikan keterlibatan manusia dalam proses yang didukung AI. Almeida menekankan bahwa keterlibatan manusia tidak boleh menjadi sekadar formalitas. “Manusia harus memiliki konteks yang cukup untuk mengenali hasil yang tidak biasa atau meragukan,” jelasnya.

ADP merancang sistem yang memungkinkan interaksi manusia pada tugas-tugas yang memiliki risiko tinggi, seperti desain yang memengaruhi gaji atau hak hukum seseorang. Sementara itu, tugas administratif berisiko rendah dapat diotomatisasi tanpa memerlukan intervensi manusia.

Untuk memastikan efektivitas sistem ini, ADP secara rutin menguji coba teknologi AI mereka secara internal dan memantau penggunaan oleh klien. Jika ditemukan bahwa pengguna menghabiskan waktu lebih banyak pada tugas administratif daripada yang diharapkan, ADP akan menyesuaikan desain produk untuk meningkatkan produktivitas.

Dengan pendekatan yang mengutamakan transparansi, keamanan, dan keterlibatan manusia, ADP terus memimpin dalam tata kelola AI yang bertanggung jawab, memberikan solusi inovatif yang tetap memprioritaskan kebutuhan dan keamanan pengguna.