Apple Akuisisi Q.AI Israel: Langkah Strategis di Dunia AI

February 2, 2026 | by Luna

Apple Mengambil Langkah Besar dengan Akuisisi Q.AI

Apple baru saja mengumumkan langkah besar dengan mengakuisisi startup asal Israel, Q.AI. Langkah ini digambarkan sebagai “akuisisi terbesar kedua” dalam sejarah perusahaan tersebut. Detail finansial memang tidak diungkapkan secara resmi. Namun, laporan dari Reuters dan Financial Times memperkirakan nilainya fantastis. Nilai transaksi ini disebut mencapai miliaran dolar, mendekati angka $2 miliar. Kesepakatan ini pun telah dikonfirmasi oleh kedua belah pihak melalui pernyataan resmi. Langkah strategis ini mempertegas ambisi perusahaan dalam mengembangkan ekosistem Artificial Intelligence yang lebih canggih di masa depan. Akuisisi ini menempatkan Q.AI tepat di belakang pembelian Beats Music dan Beats Electronics senilai $3 miliar pada tahun 2014 silam.

Teknologi Revolusioner Q.AI

Q.AI didukung oleh deretan modal ventura ternama. Sebut saja Matter Venture Partners, Kleiner Perkins, Spark Capital, Exor, dan GV (Google Ventures). Meskipun detail spesifik yang diperoleh Apple masih samar, situs web Q.AI memberikan sedikit bocoran. Mereka mengklaim tengah menciptakan “jenis baru” di dunia yang penuh kebisingan. Pitchbook mendeskripsikan Q.AI sebagai pengembang teknologi peningkatan komunikasi yang bertujuan merevolusi interaksi manusia. Selain itu, Financial Times menambahkan info menarik soal paten yang diajukan. Teknologi ini kemungkinan besar digunakan dalam headphone atau kacamata pintar. Fitur utamanya memanfaatkan ‘gerakan mikro kulit wajah’ untuk berkomunikasi tanpa suara.

Persaingan Perangkat Wearable

Perusahaan ini juga meneliti aplikasi pembelajaran mesin. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman perangkat terhadap ucapan berbisik dan audio dalam lingkungan yang menantang. Oleh karena itu, langkah ini tampaknya bertujuan memperkuat portofolio perangkat wearable Apple. Hal ini sangat penting di tengah persaingan ketat dengan Meta yang telah maju dengan kacamata pintarnya. Investor GV menyoroti bahwa Apple selalu menjadi ahli dalam menciptakan ‘antarmuka tak terlihat’. Teknologi ini dirancang agar terasa seperti perpanjangan alami dari diri pengguna. Dengan demikian, akuisisi ini berpotensi mengubah cara kita terhubung satu sama lain secara fundamental.

Masa Depan Inovasi Bersama

CEO Q.AI, Aviad Maizels, menyatakan antusiasmenya. Bergabung dengan Apple membuka peluang luar biasa untuk mendorong batasan dan mewujudkan potensi penuh inovasi mereka. Senada dengan hal itu, Johny Srouji, Wakil Presiden Senior Teknologi Perangkat Keras Apple, turut memberikan pujian. Ia menyebut Q.AI sebagai perusahaan luar biasa yang memelopori cara baru dan kreatif dalam menggunakan pencitraan dan mesin. Sebagai informasi, Maizels sebelumnya ikut mendirikan PrimeSense. Teknologi itulah yang kemudian digunakan dalam pengembangan sistem log-in biometrik Face ID pada iPhone.

Recommended Article