Taruhan AI Rivian Tarik Investasi Uber $1,25 Miliar

March 23, 2026 | by Luna

Investasi strategis dari Uber ini berpotensi menghidupkan kembali nasib Rivian. Sebelumnya, produsen otomotif tersebut sempat menghadapi sejumlah tantangan keuangan yang cukup berat. Saat ini, Uber berencana menggelontorkan hingga miliaran dolar ke perusahaan asal California tersebut.

Melalui kesepakatan bisnis ini, Uber dapat membeli hingga 50.000 unit robotaksi baru. Pada tanggal 19 Maret lalu, Uber beserta mitra armadanya telah membuat komitmen resmi. Mereka sepakat untuk memborong 10.000 SUV R2 self-driving dari Rivian.

Rencananya, peluncuran robotaksi ini akan dilakukan di San Francisco dan Miami pada tahun 2028. Sebagai permulaan, nilai investasi awal ini mencapai angka $300 juta. Jika target otonom tercapai, investasi lebih lanjut tentu akan segera dilakukan. Tujuannya adalah memperluas operasi ke 25 kota di kawasan Kanada dan Eropa pada tahun 2031.

Ambisi Global dan Kemitraan Strategis

Dalam 18 bulan terakhir, Uber telah sangat aktif menjalin berbagai kemitraan. Mereka menggandeng banyak pembuat mobil, vendor AI, dan perusahaan teknologi besar lainnya. Langkah ini diambil semata-mata untuk mewujudkan visi jangka panjang perusahaan. Mereka ingin menyediakan opsi kendaraan self-driving untuk pengguna secara global.

Beberapa kolaborasi penting yang telah dilakukan termasuk kerja sama dengan Waymo. Kemitraan ini beroperasi khusus di wilayah Phoenix, Austin, dan Atlanta. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan Motional di Las Vegas dan Zoox milik Amazon.

Lebih lanjut, Uber juga telah bermitra dengan WeRide dari China di kawasan Timur Tengah. Bahkan, mereka berencana mengoperasikan armada robotaksi di Jepang bersama Wayve dan Nissan.

Keunggulan Teknologi Artificial Intelligence

Dara Khosrowshahi, CEO Uber, menyatakan keyakinan penuh pada pendekatan Rivian. Ia memuji cara perusahaan tersebut merancang kendaraan dan perangkat lunak secara bersamaan. Hebatnya lagi, mereka tetap mampu mempertahankan kontrol penuh atas jalur manufaktur berskala besar.

Oleh karena itu, integrasi vertikal yang kuat ini memberikan banyak keuntungan strategis. Ditambah lagi, mereka memiliki segunung data dari basis kendaraan konsumen yang terus berkembang. Pengalaman panjang dalam mengelola armada komersial juga menjadi nilai tambah tersendiri.

Selanjutnya, mari kita bahas kehebatan SUV R2 milik Rivian. Kendaraan canggih ini telah dilengkapi dengan platform otonomi generasi ketiga. Sistem tersebut mencakup rangkaian sensor multimodal dengan 11 kamera, lima radar, dan satu Lidar. Tidak berhenti di situ, sistem ini juga didukung oleh dua chip Artificial Intelligence buatan sendiri.

Platform canggih ini menggunakan flywheel data yang mampu memperbaiki diri secara otomatis. Sistem akan terus belajar dari data dunia nyata yang dikumpulkan langsung oleh pelanggan. Arsitektur yang mirip dengan LLM ini memungkinkan penerapan kemajuan kecerdasan buatan secara seketika. Pada akhirnya, kesepakatan besar ini menjadi validasi nyata bagi masa depan otomatisasi perusahaan.

Recommended Article