India Akan Mendapatkan Suntikan Pendanaan AI Besar Lain dari Amazon

June 29, 2026 | by Luna

Investasi jumbo Amazon perkuat infrastruktur AI dan cloud di India

India kembali menjadi magnet bagi investasi kecerdasan buatan (AI) berskala jumbo. Amazon mengumumkan rencana untuk mengucurkan tambahan dana sebesar 13 miliar dolar AS guna memperkuat infrastruktur AI dan layanan komputasi awan (cloud) di negara tersebut. Komitmen baru ini disampaikan CEO Amazon, Andy Jassy, usai bertemu Perdana Menteri India, Shri Narendra Modi, pada 25 Juni di New Delhi. Suntikan modal ini melengkapi janji Amazon tahun lalu untuk menanamkan investasi senilai 35 miliar dolar AS di India.

Dengan paket pendanaan terbaru ini, total investasi yang telah dikomitmenkan Amazon untuk India pada periode 2026 hingga 2030 akan mencapai 48 miliar dolar AS, dengan 21 miliar dolar AS di antaranya dialokasikan khusus untuk infrastruktur AI. Jika dihitung sejak 2010, total komitmen investasi Amazon di India akan menyentuh angka 88 miliar dolar AS—sebuah sinyal kuat bahwa perusahaan melihat India sebagai salah satu pasar strategis utama di luar Amerika Serikat.

Fokus utama belanja Amazon kali ini adalah ekspansi pusat data AI di Mumbai dan Hyderabad, dua kota yang kian mengukuhkan diri sebagai simpul penting ekonomi digital India. Amazon menyatakan, proyek-proyek tersebut dirancang untuk memberikan akses yang lebih luas kepada perusahaan rintisan, korporasi, dan lembaga pemerintah terhadap cip AI kustom, layanan AI terkelola, teknologi cloud yang aman dan andal, serta beragam alat pengembang. Langkah ini diharapkan mempercepat adopsi AI di berbagai sektor, mulai dari layanan publik hingga industri manufaktur dan jasa.

Amazon juga memposisikan dirinya sebagai mitra transformasi digital bagi pelaku usaha kecil dan sektor pendidikan. Perusahaan berkomitmen membantu 15 juta usaha kecil memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, sekaligus menyediakan pendidikan dan pelatihan AI bagi 4 juta pelajar sekolah. Pendekatan ini menempatkan Amazon bukan sekadar sebagai penyedia infrastruktur, tetapi juga sebagai katalis pembangunan kapasitas digital di tingkat akar rumput.

Di sisi logistik, Amazon berencana membuka lebih dari 20 pusat pemenuhan (fulfillment center) baru dan 100 stasiun pengiriman last-mile tambahan hanya dalam satu tahun ini. Ekspansi agresif jaringan distribusi tersebut akan semakin mengukuhkan posisi Amazon sebagai salah satu investor asing terbesar di India, yang kini menyandang status negara berpenduduk terbanyak di dunia. Infrastruktur logistik yang kian rapat juga akan memperkuat ekosistem niaga-el dan mempercepat distribusi layanan cloud dan AI ke berbagai wilayah.

“Seiring kami mengembangkan Amazon di India, prioritas bisnis kami terus selaras dengan prioritas India untuk mendemokratisasi akses ke AI, mendigitalisasi usaha kecil, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong ekspor,” ujar Jassy dalam pernyataannya. Pernyataan ini mencerminkan upaya Amazon untuk menempatkan investasinya sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional India, bukan sekadar ekspansi komersial.

Modi, melalui unggahannya di platform X, menegaskan bahwa kesepakatan ini mencerminkan meningkatnya minat global untuk berinvestasi di India. Dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut memang menjadi ajang perlombaan raksasa teknologi dunia yang berlomba mengamankan pijakan di pasar digital India yang tumbuh cepat dan sangat besar.

Amazon bukan satu-satunya pemain besar yang menggelontorkan dana miliaran dolar untuk AI di India. Pada Desember 2025, Microsoft mengumumkan rencana investasi bernilai miliaran dolar AS untuk periode 2026 hingga 2029, dengan fokus memperkuat infrastruktur AI, termasuk pembangunan pusat data di Hyderabad. Sebelumnya, Google telah menyatakan akan menginvestasikan 15 miliar dolar AS hingga 2030 untuk membangun sebuah hub AI di India, mempertegas ambisi perusahaan tersebut menjadikan India sebagai salah satu pusat inovasi AI global.

Gelombang investasi ini juga melibatkan pemain lain di ekosistem AI. Pada Februari, OpenAI mengonfirmasi kesepakatan pertamanya terkait kapasitas pusat data dengan HyperVault AI, anak perusahaan lokal Tata Consultancy Services. Awal bulan ini, Meta mengumumkan rencana membangun pusat data pertamanya di India, berlokasi di negara bagian Gujarat, bekerja sama dengan konglomerat lokal Reliance. Kolaborasi antara raksasa teknologi global dan konglomerat domestik ini memperlihatkan pola baru dalam pembangunan infrastruktur digital: kombinasi modal, teknologi, dan jaringan lokal.

Dengan populasi yang telah menembus miliaran jiwa dan terus meningkat, India menawarkan pasar pengguna yang hampir tak tertandingi. Para penyedia layanan skala besar (hyperscaler) melihat peluang untuk mengunci pertumbuhan jangka panjang melalui investasi masif di pusat data dan infrastruktur AI. Di sisi lain, pemerintah India memberikan insentif pajak dan dukungan regulasi untuk pengembangan pusat data AI, menjadikan negara tersebut salah satu medan utama dalam kompetisi global memperebutkan dominasi AI dan cloud di abad ke-21.

Recommended Article