Epic Games Bangun Disney Game Universe $1,5 Miliar

February 9, 2024 | by Luna

Epic Games dan Disney Mengumumkan Kemitraan Strategis

Epic Games, perusahaan pengembang permainan terkenal, telah mengumumkan kemitraan strategis dengan Disney yang bernilai $1,5 miliar. Dalam kesepakatan ini, Epic Games akan bekerja sama dengan Disney untuk menciptakan alam semesta permainan dan hiburan yang terbuka, mirip dengan yang branda lakukan dengan Lego. CEO Disney, Bob Iger, mengungkapkan kesepakatan ini dalam wawancara dengan CNBC. Disney, yang sebelumnya menghentikan divisi Metaverse, menunjukkan ambisinya yang kuat di bidang permainan dengan investasi ini. Kesepakatan ini memberikan peluang pertumbuhan dan ekspansi yang signifikan bagi Disney, yang juga mengakibatkan kenaikan saham perusahaan sebesar 5%.

StatusPro Mengumpulkan $20 Juta dalam Seri A

StatusPro, perusahaan yang didirikan oleh dua mantan pemain NFL, Troy Jones dan Andrew “Hawk” Hawkins, telah berhasil mengumpulkan dana sebesar $20 juta dalam putaran pendanaan Seri A. Perusahaan ini terkenal karena menciptakan NFL Pro Era, salah satu simulasi olahraga VR yang paling populer. Pendanaan ini dipimpin oleh Google Ventures dan akan digunakan untuk mengembangkan lebih banyak simulasi olahraga. Banyak selebriti, atlet profesional, pemilik tim, dan tokoh kaya lainnya juga telah berinvestasi dalam perusahaan ini.

Aplikasi Pemindai 3D Polycam Mengumpulkan $18 Juta dalam Seri A

Aplikasi pemindai 3D Polycam telah berhasil mengumpulkan dana sebesar $18 juta dalam putaran pendanaan Seri A. Aplikasi ini menggunakan teknologi LiDar dan fotogrametri untuk mengambil objek 3D dan ruang di sekitarnya hanya dengan menggunakan smartphone. Pendanaan ini dipimpin oleh Left Lane Capital dengan partisipasi dari Adobe Ventures, pendiri YouTube Chad Hurley, dan beberapa investor lainnya. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung pengembangan fitur pengeditan dan kolaborasi 3D baru, melatih model AI untuk merender objek 3D, serta memperluas pasar baru.

CAMB.AI Mengumpulkan Pendanaan Awal Sebesar $4 Juta

CAMB.AI, perusahaan yang mengkhususkan diri dalam menerjemahkan pertunjukan dalam berbagai bahasa menggunakan suara asli dan nuansa branda, telah berhasil mengumpulkan pendanaan awal sebesar $4 juta yang dipimpin oleh Courtside Ventures. Perusahaan ini membedakan dirinya dengan menggunakan artificial intelligence (AI) untuk menangkap dan menyampaikan nada dan nuansa asli pembicara, sehingga konten terjemahan tetap kuat dan menarik. Investor lainnya termasuk TRTL Ventures, Blue Star Innovation Partners, Ikemori Ventures, dan Eisaburo Maeda.

Platform 3D GenAI Atlas Menerima Hibah $4,5 Juta

Platform 3D GenAI Atlas telah menerima hibah sebesar $4,5 juta dari The Austrian Research Promotion Agency (FFG). Pengembang menggunakan Atlas untuk membuat aset 3D untuk permainan dan aplikasi spasial lainnya. Hibah ini akan dirilis selama tiga tahun dan akan digunakan untuk menciptakan pasar baru atau mengganggu yang sudah ada. Sebelumnya, perusahaan ini telah mengumpulkan $6 juta dari studio AAA Square Enix dan Consortium 9.

Brilliant Labs Memperkenalkan Kacamata Multi-Modal Berbasis AI

Brilliant Labs telah meluncurkan kacamata multi-modal berbasis artificial intelligence (AI) yang dapat dipasang pada kacamata Anda. Kacamata ini dilengkapi dengan layar augmented reality (AR) kecil, kamera, dan dua sensor sentuh. Dengan dukungan dari John Hanke dari Niantic, Brilliant Labs memperkenalkan versi Monocle yang terintegrasi dalam sepasang kacamata yang diperbesar. Kacamata ini akan menggunakan visi komputer dengan AI untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang dunia sekitar. Kacamata baru ini dijual dengan harga $349 dan dapat dipesan melalui situs web perusahaan.

Snapchat Berencana Memonetisasi Platformnya dengan Iklan di Super Bowl

Snapchat, dengan 414 juta pengguna harian, berencana untuk memonetisasi platformnya dengan mengeluarkan iklan senilai dua puluh juta dolar di ajang Super Bowl. Meskipun memiliki jumlah pengguna yang besar, Snapchat belum menemukan cara yang efektif untuk menghasilkan pendapatan. Evan Spiegel, CEO Snapchat, membahas Specs Snap dan augmented reality (AR) secara umum dalam panggilan pendapatan perusahaan. Snapchat juga berencana untuk merilis headset baru pada tahun 2025, bersaing dengan Apple, Meta, dan Samsung.

Deep Fake AI Digunakan untuk Penipuan Senilai $25,6 Juta

Teknologi deep fake yang dihasilkan oleh artificial intelligence (AI) telah digunakan oleh penipu untuk mencuri uang sebesar $25,6 juta dari sebuah perusahaan keuangan. Penipuan ini melibatkan seorang karyawan yang diperdaya oleh deep fake untuk mengirimkan uang ke rekening bank palsu. Butuh berbulan-bulan bagi perusahaan tersebut untuk menyadari bahwa branda telah ditipu.

Gemini AI, Chatbot Baru dari Google, Diluncurkan Secara Gratis

Google telah meluncurkan chatbot baru bernama Gemini AI yang tersedia secara gratis untuk semua orang. Gemini menggantikan chatbot sebelumnya, Bard, dan akan terintegrasi dengan aplikasi Android seperti Gmail, Docs, dan Sheets. Versi premium Gemini akan ditawarkan dengan paket Google One dengan harga dua puluh dolar per bulan. Gemini merupakan peningkatan besar dari Bard, tetapi memiliki pembatasan hak cipta yang ketat.

Headset Vision Pro dari Apple Mendapatkan Kritik dan Troll

Setelah mendapatkan hype yang besar, headset Vision Pro dari Apple mendapatkan kritik dan troll. Meskipun Apple berhasil membangkitkan minat publik, headset ini juga mendapat kritik karena harganya yang tinggi dan peringatan untuk tidak menggunakannya saat mengemudi. Rilis headset ini dijadwalkan pada tahun 2025, bersamaan dengan headset baru dari Apple, Meta, dan Samsung.

Kesimpulan

Dalam beberapa bulan terakhir, industri teknologi telah menyaksikan sejumlah pengembangan yang menarik. Epic Games dan Disney menjalin kemitraan senilai $1,5 miliar untuk menciptakan alam semesta permainan dan hiburan yang terbuka. StatusPro, Polycam, CAMB.AI, dan Platform 3D GenAI Atlas juga berhasil mengumpulkan dana yang signifikan untuk mengembangkan produk dan layanan branda. Selain itu, Brilliant Labs meluncurkan kacamata multi-modal berbasis <a title='AI' href

Recommended Article