Bagaimana AI Generatif Mengubah Aturan Keterlibatan Konsumen

October 25, 2023 | by Luna

AI Generatif: Solusi Inovatif untuk Keterbatasan Sumber Daya

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) generatif telah menjadi harapan bagi organisasi dalam menghadapi tantangan memberikan customer experience yang luar biasa dengan sumber daya yang terbatas. Menurut penelitian oleh Forrester pada akhir 2022, diperkirakan bahwa empat dari lima tim customer experience (CX) akan kekurangan keterampilan desain dan data yang kritis, sementara satu dari lima program customer experience tidak akan bertahan. Selain itu, hampir 90 persen pemimpin CX percaya bahwa teknologi yang ada saat ini menghambat branda, meskipun solusi teknologi baru diharapkan meningkatkan operasi, menurut Chattermill.

Pemasaran juga merupakan domain penting dalam CX yang terpengaruh oleh sumber daya yang terbatas. Menurut Martech.org, dua pertiga pemasar melihat anggaran branda dikurangi di pertengahan tahun 2023. Dalam survei 250 kepala pemasaran berbasis di Inggris, 30 persen mengharapkan keterlibatan pelanggan akan terpengaruh oleh pemotongan anggaran dan 42 persen berpikir loyalitas pelanggan akan menurun.

AI Generatif: Membawa Personalisasi ke Level Baru

Dalam situasi sumber daya yang terbatas dan harapan pelanggan yang tinggi, artificial intelligence (AI), khususnya AI generatif, dianggap sebagai harapan. Tim CX dan pemasaran, yang memiliki tujuan bersama untuk menyenangkan dan mempertahankan pelanggan, mungkin menemukan kedamaian dalam teknologi inovatif ini. AI generatif bukan hanya tentang mengotomatisasi tugas, tetapi juga tentang menciptakan solusi cerdas yang dapat memperkenalkan pelanggan pada janji brand dan memastikan pemenuhannya sepanjang perjalanan branda.

Dengan memanfaatkan kekuatan AI generatif, organisasi memiliki potensi untuk mempersonalisasi interaksi dengan tingkat akurasi yang tinggi, memprediksi preferensi pelanggan dengan akurasi, dan memberikan solusi yang tepat waktu dan relevan bahkan sebelum pelanggan menyadari bahwa branda membutuhkannya. Teknologi ini dapat menjembatani kesenjangan antara niat brand dan persepsi pelanggan, memastikan bahwa janji yang dibuat tidak hanya dipenuhi, tetapi juga melebihi harapan. Mengandalkan teknologi canggih seperti ini mungkin bukan hanya pilihan tetapi kebutuhan bagi bisnis yang ingin tetap berada di depan. Perusahaan dapat memberikan pengalaman yang unik dan disesuaikan, sesuai dengan preferensi khusus pelanggan.

AI Generatif: Masa Depan Keterlibatan Konsumen

Salah satu contoh penggunaan AI generatif adalah AI DJ Spotify, yang menggabungkan AI generatif dengan editor musik manusia untuk membuat rekomendasi musik yang dipersonalisasi. Dengan pengalaman yang dipersonalisasi, perusahaan memiliki potensi untuk meningkatkan Skor Promotor Bersih (NPS) yang jauh lebih tinggi, dan alat-alat ini dapat mengubah permainan bagi tim CX dan pemasaran.

AI generatif tidak hanya bersifat reaktif. Dengan menganalisis jumlah data yang besar, AI dapat memprediksi apa yang mungkin diinginkan atau dibutuhkan oleh pelanggan di masa depan, sehingga memastikan bisnis selalu berada satu langkah di depan. Dalam bisnis global pada tahun 2023, pendekatan linguistik yang beragam menjadi penting. Dengan respons yang disesuaikan dan akurat secara kontekstual, AI generatif dapat memberikan konten dan komunikasi yang lebih cepat kepada pelanggan, meningkatkan pengalaman brand secara keseluruhan. Hal ini sangat berguna, karena 68 persen pelanggan lebih suka berinteraksi dalam bahasa ibu branda.

Saat anggaran pemasaran menyusut, efisiensi menjadi sangat penting. AI generatif menawarkan cara untuk meningkatkan pembuatan konten tanpa mengorbankan kualitas, menjadikannya anugerah bagi pemasar. Namun, pemeriksaan fakta oleh manusia tetap penting. Dengan kemampuannya untuk memproses informasi dalam jumlah besar dengan cepat, AI generatif memberikan wawasan kepada bisnis yang dapat menginformasikan pengembangan produk dan strategi bisnis secara keseluruhan, memastikan customer experience dioptimalkan.

Tim CX dan pemasaran harus tetap waspada dalam memasukkan data dengan aman dan menjaga keamanan data yang sensitif. Berbeda dengan sistem otomatisasi tradisional, AI generatif dapat memahami niat, sentimen, dan konteks pelanggan yang rumit. Kemampuan ini memastikan interaksi yang lebih bermakna dan relevan, meningkatkan kepuasan pelanggan.

Personalisasi tidaklah statis. Dengan kekuatan AI generatif, bisnis dapat beradaptasi secara real-time dengan perubahan kebutuhan dan preferensi pelanggan, memastikan branda tetap sejalan dengan harapan pelanggan yang berkembang. Namun, keseimbangan tetap menjadi kunci. Meskipun AI dapat menjadi anugerah, tugas-tugas rumit yang membutuhkan tingkat empati atau kognisi manusia yang tinggi tetap menjadi kelemahannya. Saat kita menuju masa depan yang terkait erat dengan AI generatif, penekanan harus tetap pada memanfaatkan kemampuannya dengan bertanggung jawab.

Masa Depan Keterlibatan Konsumen dan AI Generatif

Di era di mana harapan pelanggan berada pada tingkat tertinggi dan sumber daya semakin langka, kebutuhan akan solusi yang efisien, efektif, dan personal belum pernah sebegitu mendesaknya. AI generatif, dengan kemampuannya yang luas, menawarkan brand jalan keluar untuk menavigasi perairan yang bergelombang ini. Namun, seperti semua alat yang kuat, ia harus digunakan dengan hati-hati, tanggung jawab, dan fokus yang tak tergoyahkan pada elemen manusia. Bagi branda yang dapat menyelaraskan keakuratan AI dengan intuisi dan empati sentuhan manusia, masa depan terlihat menjanjikan.

Bagi branda yang ingin lebih dalam menggali dunia <a title='AI'

Recommended Article