Apakah Undang-Undang CHIPS Terancam? Apa Arti Pemilu bagi Industri Semikonduktor

November 6, 2024 | by Luna

Potensi Dampak Pemilu terhadap Undang-Undang CHIPS dan Industri Semikonduktor

Undang-Undang CHIPS dan Sains, yang menjadi bagian penting dari strategi Administrasi Biden untuk memperkuat industri semikonduktor Amerika, menghadapi tantangan politik yang signifikan. Hasil pemilu mendatang dapat menentukan masa depan legislasi ini dan memengaruhi lanskap industri manufaktur chip di AS.

Masa Depan Undang-Undang CHIPS dalam Ketidakpastian Politik

Pemilu tahun ini menjadi momen krusial bagi kebijakan industri semikonduktor. Persaingan ketat antara kandidat Partai Republik, mantan Presiden Donald J. Trump, dan kandidat Partai Demokrat, Wakil Presiden Kamala Harris, dapat membawa perubahan besar dalam kebijakan terkait manufaktur chip.

Undang-Undang CHIPS, yang telah berlaku selama dua tahun, mengalokasikan $39 miliar untuk manufaktur semikonduktor, dengan tambahan miliaran dolar untuk penelitian dan pengembangan serta pelatihan tenaga kerja. Joe Biden menjadikan undang-undang ini sebagai pencapaian utama pemerintahannya dalam upaya meningkatkan produksi chip domestik dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Pendekatan Berbeda terhadap Kebijakan Semikonduktor

Dalam wawancara terbaru di podcast Joe Rogan, Trump mengkritik kebijakan saat ini dan berpendapat bahwa tarif impor seharusnya lebih tinggi untuk mendorong produksi chip di dalam negeri. Namun, banyak ekonom menyebut bahwa kebijakan tarif justru dapat berdampak sebaliknya, meningkatkan biaya bagi perusahaan Amerika yang bergantung pada bahan baku impor.

Sementara itu, Ketua DPR Mike Johnson sebelumnya menyatakan bahwa Partai Republik mungkin akan mencabut Undang-Undang CHIPS jika memenangkan kendali di Kongres. Namun, setelah mendapat tekanan dari Rep. GOP Brandon Williams, Johnson menarik kembali pernyataan tersebut, mengklaim bahwa ia salah memahami pertanyaan yang diajukan.

Implikasi Bagi Industri Semikonduktor

Masa depan Undang-Undang CHIPS akan sangat bergantung pada hasil pemilu. Jika kebijakan pro-manufaktur berlanjut, maka industri semikonduktor AS bisa menikmati investasi yang lebih besar dan peningkatan daya saing global. Namun, jika legislasi ini dicabut atau direvisi, maka ketidakpastian dapat memperlambat inovasi dan ekspansi industri dalam negeri.

Para pemangku kepentingan di sektor teknologi dan manufaktur semikonduktor terus memantau perkembangan politik dengan cermat. Keputusan pasca-pemilu akan menentukan apakah AS dapat mempertahankan dominasinya dalam industri chip atau menghadapi tantangan baru dalam rantai pasokan global.

Recommended Article