OpenAI Mengakuisisi Startup Jerman untuk Memperkuat Codex

June 14, 2026 | by Luna

Strategi akuisisi OpenAI untuk memperkuat ekosistem agen pemrograman berbasis AI

OpenAI kembali mempertegas ambisinya di ranah pemrograman berbasis kecerdasan buatan dengan mengakuisisi Ona, sebuah startup asal Kiel, Jerman, yang sebelumnya dikenal sebagai Gitpod. Langkah strategis ini dipandang sebagai upaya OpenAI untuk mempertahankan daya saingnya terhadap pemain lain seperti Anthropic, yang tengah mendorong adopsi agen pemrograman Claude Code di pasar global.

Ona dikenal sebagai pengembang platform yang memungkinkan agen (agents) bekerja dalam jangka waktu panjang di lingkungan komputasi awan, tanpa bergantung pada status perangkat pengembang. Alih-alih hanya aktif ketika workstation pengembang menyala, agen-agen ini dapat terus menjalankan tugas di cloud, sebuah kemampuan yang semakin krusial seiring meningkatnya kompleksitas dan volume pekerjaan pemrograman yang didelegasikan ke sistem AI.

Kebutuhan akan agen yang mampu beroperasi secara berkelanjutan muncul sejalan dengan pertumbuhan pesat Codex, alat pemrograman berbasis AI milik OpenAI yang diklaim kini digunakan lebih dari lima juta pengguna setiap minggu. Dalam pernyataannya, OpenAI menegaskan bahwa manusia seharusnya dapat mendelegasikan pekerjaan yang lebih ambisius tanpa harus terus terikat pada mesin tempat pekerjaan itu dimulai. Pekerjaan tersebut, menurut mereka, idealnya dapat berlanjut melampaui sesi awal, sementara pengguna tetap dapat memantau kemajuan, memberikan instruksi, mengambil keputusan, dan meninjau hasil melalui Codex.

Teknologi yang dikembangkan Ona diposisikan sebagai kunci untuk mewujudkan visi tersebut. Dengan memanfaatkan infrastruktur cloud yang lebih luas, platform Ona diklaim mampu mempercepat eksekusi tugas sekaligus meningkatkan standar keamanan. OpenAI menilai kemampuan ini akan memudahkan lebih banyak organisasi dalam menerapkan agen AI secara terukur dan berkelanjutan di lingkungan produksi mereka.

Meski demikian, OpenAI tidak mengungkapkan nilai finansial dari akuisisi ini. Transaksi tersebut masih menunggu persetujuan regulator, dan hingga prosesnya tuntas, kedua perusahaan akan tetap beroperasi sebagai entitas terpisah. Setelah akuisisi resmi rampung, sekitar 80 anggota tim Ona — sebagaimana tercantum dalam profil LinkedIn perusahaan — akan bergabung dengan OpenAI dan difokuskan pada pengembangan lebih lanjut Codex serta ekosistem agen AI yang menyertainya.

Masuknya Ona ke dalam portofolio OpenAI menandai akuisisi besar kedua dalam beberapa bulan terakhir. Pada Maret lalu, OpenAI juga mengakuisisi Promptfoo, sebuah platform keamanan AI untuk perusahaan. Rangkaian akuisisi ini dibaca banyak pengamat sebagai bagian dari strategi jangka panjang OpenAI dalam memperkuat fondasi teknologi, keamanan, dan produk menjelang penawaran umum perdana (IPO) yang telah lama dinantikan pasar.

Recommended Article