Daftar Isi
Meta kini semakin memperluas ambisinya di bidang kecerdasan buatan secara global. Perusahaan induk Facebook dan WhatsApp ini baru saja mengumumkan rencana pembangunan pusat data Artificial Intelligence pertama mereka di India. Langkah strategis ini diambil tepat di tengah perselisihan yang sedang berlangsung dengan Komisi Eropa terkait akses layanan bisnis mereka.
Dalam pernyataan resminya, Meta mengonfirmasi kesepakatan kerja sama dengan konglomerat raksasa India, Reliance Industries. Mereka akan menyewa fasilitas pusat data canggih yang berlokasi di Jamnagar, Gujarat. Selanjutnya, Reliance akan bertanggung jawab penuh untuk membangun infrastruktur tersebut dengan target operasional dalam dua tahun ke depan.
Kapasitas Masif dan Sejarah Kemitraan
Kapasitas awal pusat data ini telah dikonfirmasi mencapai 168 megawatt. Selain itu, terdapat opsi ekspansi kapasitas yang cukup masif di masa mendatang. Berdasarkan perjanjian, Reliance akan menyediakan layanan operasional yang sangat menyeluruh, mulai dari pengelolaan utilitas dasar hingga konektivitas jaringan.
Kesepakatan ini jelas semakin memperdalam hubungan bisnis kedua belah pihak. Sebelumnya, Meta telah melakukan investasi bernilai miliaran dolar di Jio Platforms pada tahun 2020 lalu. Mereka juga terlibat dalam usaha patungan dengan anak perusahaan Reliance Intelligence pada tahun lalu.
Sejalan dengan pembangunan pusat data tersebut, Meta juga mengumumkan langkah ramah lingkungan. Mereka menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan energi terbarukan di India, yaitu CleanMax dan Fourth Partner Energy. Melalui kerja sama ini, Meta menargetkan penyediaan hampir 1 gigawatt pasokan energi terbarukan untuk mempercepat pengoperasian infrastruktur mereka.
India Sebagai Pusat Teknologi Global
Saat ini, India kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat utama infrastruktur teknologi global. Dalam enam bulan terakhir, sejumlah raksasa teknologi seperti Microsoft, Amazon, dan OpenAI juga telah mengumumkan komitmen investasi besar di negara tersebut.
Ketua Reliance, Mukesh Ambani, sangat optimis dengan kesepakatan bernilai tinggi ini. Beliau menilai bahwa kemitraan dengan Meta menandai momen transformasional yang luar biasa bagi infrastruktur digital India. Pembangunan fasilitas yang dirancang khusus untuk Meta ini menunjukkan kesiapan India untuk berada di garis depan revolusi teknologi global.
Tantangan Regulasi Meta di Eropa
Di saat Meta memperkuat pijakannya di Asia, perusahaan ini justru menghadapi tekanan regulasi berat di Eropa. Komisi Eropa tetap bersikap keras dalam sengketa antitrust yang sedang berlangsung saat ini. Sengketa ini terkait keputusan Meta yang memblokir chatbot milik perusahaan pesaing dari penggunaan API WhatsApp Business.
Pada awal Juni lalu, Komisi Eropa bahkan secara resmi memerintahkan Meta untuk memulihkan akses gratis tersebut hingga penyelidikan selesai. Uni Eropa menuduh Meta telah menyalahgunakan posisi dominannya di pasar Eropa demi mematikan para pesaing.
Menanggapi tuduhan tersebut, perwakilan Meta langsung menyampaikan pernyataan tegas kepada sejumlah media. Mereka menyatakan bahwa keputusan tersebut memaksa perusahaan untuk memberikan produk berbayar secara gratis kepada para pesaing raksasa. Oleh karena itu, Meta menganggap hal ini sebagai bentuk regulasi yang terlalu berlebihan dan pada praktiknya justru disubsidi oleh perusahaan Eropa.