Ketegangan Antara Anthropic dan Pemerintah AS Terkait Keamanan AI
Pertikaian antara Anthropic dan pemerintah AS menggarisbawahi ketegangan yang lebih luas terkait keamanan AI, kedaulatan, dan kontrol vendor dalam sektor pertahanan. Pada 27 Februari 2026, Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintah akan menghentikan kerja sama dengan penyedia model AI tersebut. “Saya mengarahkan setiap badan federal di Pemerintah Amerika Serikat untuk segera menghentikan semua penggunaan teknologi Anthropic,” tulis Trump di Truth Social. Badan pemerintah yang menggunakan produk Anthropic akan memiliki masa transisi enam bulan.
CEO Anthropic, Dario Amodei, menyatakan bahwa mereka tidak dapat “dengan hati nurani yang baik menyetujui permintaan” untuk melonggarkan kebijakan AI mereka. Meskipun percaya AI dapat membantu pertahanan negara, Amodei menekankan bahwa saat ini, “AI dapat merusak nilai-nilai demokratis,” terutama dalam pengawasan domestik massal dan senjata otonom.
Keputusan Anthropic untuk menolak permintaan Pentagon memicu diskusi lebih luas tentang siapa yang memiliki otoritas untuk mendefinisikan penggunaan AI yang aman. Anthropic memperbarui “Kebijakan Skalabilitas Bertanggung Jawab” mereka, menekankan transparansi dan memastikan model mereka tidak merugikan masyarakat. Tekanan untuk tetap kompetitif sambil menjaga etika AI menjadi tantangan bagi vendor AI lainnya.
Kashyap Kompella, CEO RPA2AI Research, menyatakan bahwa vendor AI kini menjadi aktor strategis dengan relevansi militer ganda. “Pertanyaannya bukan apakah AI akan digunakan dalam konteks pertahanan, tetapi siapa yang menetapkan syarat penggunaan tersebut?” ujarnya. R “Ray” Wang dari Constellation Research menyoroti bahwa keputusan Anthropic dapat mempengaruhi keuntungan mereka dengan pelanggan yang menginginkan fleksibilitas.
Pertikaian ini menandakan seberapa cepat hubungan antara vendor AI dan pemerintah berkembang. Anthropic berisiko kehilangan kontrak senilai $200 juta dengan Pentagon, tetapi yang dipertaruhkan lebih dari sekadar uang. Michael Bennett dari University of Illinois Chicago menunjukkan bahwa pemerintahan Trump berusaha memenangkan perlombaan AI, dan keputusan Anthropic bisa menghalangi tujuan tersebut.
Keputusan Trump untuk menghentikan kerja sama dengan Anthropic dapat mengganggu komunitas intelijen, karena Claude, model AI mereka, dianggap lebih berguna daripada alternatif lainnya. Menghapusnya dari alur kerja pertahanan dan pemerintah federal hampir pasti akan menimbulkan masalah.