Daftar Isi
Terapi AVATAR: Solusi Inovatif untuk Halusinasi Pendengaran
Terapi AVATAR kini hadir sebagai inovasi pemanfaatan Artificial Intelligence dalam dunia kesehatan mental. Metode ini dirancang khusus untuk menangani halusinasi pendengaran yang sering dialami oleh pengidap psikosis.
Halusinasi pendengaran yang mengganggu merupakan gejala utama dari kondisi psikosis. Sayangnya, pengobatan yang ada saat ini sering kali tidak memberikan hasil yang memuaskan. Oleh karena itu, ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan terapi inovatif yang dapat mengatasi suara-suara tersebut.
Terapi AVATAR menawarkan pendekatan baru yang unik. Individu akan berinteraksi dalam percakapan terpandu dengan representasi digital dari suara yang mengganggu mereka. Uji coba acak fase 2/3 ini bertujuan untuk menilai efektivitas dua variasi terapi AVATAR—AVATAR-Brief (AV-BRF) dan AVATAR-Extended (AV-EXT)—yang keduanya dilengkapi dengan perawatan standar (TAU), dibandingkan dengan hanya TAU, menggunakan analisis niat untuk mengobati.
Hasil Penelitian dan Efektivitas Terapi
Penelitian ini melibatkan 345 peserta yang didiagnosis dengan psikosis, dengan data tersedia untuk 300 peserta (86,9%) pada minggu ke-16 dan 298 peserta (86,4%) pada minggu ke-28. Fokus utama penelitian ini adalah pada gangguan yang disebabkan oleh suara pada kedua interval tersebut, sementara hasil sekunder mencakup tingkat keparahan dan frekuensi suara. Pada minggu ke-16, kedua bentuk terapi AVATAR menunjukkan peningkatan dalam gangguan terkait suara dibandingkan dengan TAU, namun peningkatan ini tidak bertahan hingga minggu ke-28.
Secara spesifik, Pada minggu ke-16, kedua bentuk terapi AVATAR menunjukkan peningkatan dalam gangguan terkait suara dibandingkan dengan perawatan standar (TAU). Berikut adalah rincian data statistik spesifiknya:
-
AV-BRF: Menunjukkan efek sebesar -1,05 poin (interval kepercayaan [CI] 96,5% = -2,110 hingga 0, P = 0,035, d Cohen = 0,38 [CI = 0 hingga 0,767]).
-
AV-EXT: Menunjukkan efek sebesar -1,60 poin (CI 96,5% = -3,133 hingga -0,058, P = 0,029, d Cohen = 0,58 [CI = 0,021 hingga 1,139]).
Namun, peningkatan ini tercatat tidak bertahan sepenuhnya hingga minggu ke-28. Data penurunannya adalah sebagai berikut:
- AV-BRF: Menunjukkan efek sebesar -0,62 poin (CI 96,5% = -1,912 hingga 0,679, P = 0,316, d Cohen = 0,22 [CI = -0,247 hingga 0,695]).
- AV-EXT: Menunjukkan efek sebesar -1,06 poin (CI 96,5% = -2,700 hingga 0,586, P = 0,175, d Cohen = 0,38 [CI = -0,213 hingga 0,981]).
Implikasi dan Rekomendasi untuk Penelitian Masa Depan
Secara keseluruhan, tingkat keparahan suara memang mengalami perbaikan dalam kedua bentuk terapi pada minggu ke-16 dibandingkan perawatan standar (TAU). Namun sayangnya, peningkatan ini tidak bertahan hingga minggu ke-28.
Di sisi lain, frekuensi suara terbukti menurun dengan penggunaan AV-EXT. Sebaliknya, hasil serupa tidak ditemukan pada metode AV-BRF di kedua titik waktu evaluasi.
Kabar baiknya, tidak ada kejadian buruk serius yang dilaporkan terkait terapi ini. Hasil ini sebagian mendukung hipotesis awal tim peneliti. Mengingat AV-EXT mencapai perubahan yang signifikan secara klinis, maka penelitian di masa depan sangat disarankan untuk memprioritaskan protokol ini. Sebagai informasi, uji coba ini terdaftar resmi di bawah nomor ISRCTN55682735.