Nvidia dan CoreWeave Tingkatkan Kerja Sama untuk Infrastruktur AI
Nvidia telah mengumumkan langkah strategis dengan memperluas kemitraannya bersama CoreWeave, sebuah vendor neocloud, melalui investasi sebesar $2 miliar. Langkah ini menegaskan meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur AI, di mana Nvidia akan membantu CoreWeave membangun pabrik AI yang mampu menghasilkan kapasitas daya listrik sebesar 5 gigawatt pada tahun 2030. Investasi ini dilakukan dengan membeli saham biasa Kelas A CoreWeave, yang langsung berdampak positif pada harga saham perusahaan tersebut.
Kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Nvidia untuk memanfaatkan infrastruktur CoreWeave hingga tahun 2032. Langkah ini juga mencerminkan fokus pasar AI yang semakin besar terhadap pembangunan pabrik AI dan pusat data. Permintaan untuk tanah dan real estate guna membangun pusat data ini telah meningkat, seiring dengan rencana investasi infrastruktur AI dari perusahaan besar lainnya seperti Microsoft dan OpenAI.
Nvidia, yang dikenal sebagai raksasa perangkat keras dan perangkat lunak AI, juga berencana menginvestasikan hingga $100 miliar di OpenAI dan memasok chip kepada vendor AI generatif. Dengan memperluas kemitraannya dengan CoreWeave, Nvidia bertindak lebih sebagai pengembang bersama, membantu penyedia neocloud ini mengamankan daya komputasi dan real estate. Selain itu, Nvidia akan mengintegrasikan perangkat lunak CoreWeave dalam arsitektur referensinya, mengangkat status CoreWeave dari penyedia layanan murni menjadi mitra teknologi.
Bagi CoreWeave, dukungan dari Nvidia memberikan keunggulan kompetitif dan membedakannya dari pesaing seperti Lambda Labs dan Nscale. Akses ke platform Nvidia Vera Rubin yang baru juga memberikan nilai tambah bagi CoreWeave. Sementara itu, bagi Nvidia, kesepakatan ini membuka jalan untuk mempromosikan keluarga model terbuka Nemotron, memperluas distribusi perangkat lunaknya.
Namun, kesepakatan ini juga menimbulkan tantangan, terutama terkait pengaturan keuangan sirkular, di mana Nvidia berinvestasi di perusahaan yang kemudian menggunakan dana tersebut untuk membeli chip Nvidia. Selain itu, ada risiko ketergantungan CoreWeave pada Nvidia sebagai pemasok utama.