Perusahaan yang Menerapkan Omnichannel

July 14, 2022 | by Aldilla Setiawan

Konsep omnichannel sedang menjadi perbincangan hangat di dunia bisnis. Omnichannel merupakan istilah umum untuk penggunaan berbagai saluran dalam melakukan pelayanan pelanggan.

Banyak perusahaan di Indonesia yang mulai berlomba-lomba untuk menerapkan konsep ini di dalam bisnis mereka.

Dengan perkembangan teknologi AI (Artificial Intelligence) yang semakin canggih membuat strategi omnichannel ini menjadi lebih memiliki peminat di bandingkan dengan lima tahun silam.

Artificial Intelligence memungkinkan membangun sebush system cerdas yang bisa di andalkan.

Banyak perusahaan bertaraf internasional yang memiliki customer berjumlah jutaan sukses menerapkan omnichannel untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

Berikut ini adalah beberapa perusahaan yang menerapkan omnichannel dan meraih kesuksesan.

Perusahaan yang Menerapkan Omnichannel

1.) Bank of America

Strategi omnichannel tidak hanya di terapkan pada industry retail saja, terbukti pada Bank of America dengan kesuksesan mereka mengintegrasikan transaksi ATM, transaksi di Bank langsung dan trasaksi online melalui aplikasi smartphone.

Tidak hanya pada proses transaksi keungan saja tetapi Bank dari negri paman sam ini sudah memiliki mesin yang dapat melayani keluhan pelanggan yang datang ke Bank tersebut.

Customer tidak perlu menuggu antrian untuk menyampaikan keluhan mereka kepada customer service, melainkan langsung berbicara kepada mesin tersebut dan sebuah robot cerdas akan memberi solusi atas permasalahan yang di sampaikan.

Seluruh data customer journey yang datang dari berbagai channel ini akan terekam dan terpusat pada sebuah server yang akan menjadi pusat data dari Bank ini.

2.) Singapore Airlines

Tidak hanya di dunia ecommerce tetapi di dunia pernebangan strategi omnichannel sukses di terapkan, contohnya adalah maskapai penerbangan yang dimiki oleh Singapura yaitu singapore airlines.

Berpartner dengan AOE sebuah perusahaan pengembang omnichannel dari Jerman, Singapore airlines sukses menciptakan customer experience yang bagus untuk pelanggan mereka dari seluruh dunia.

Hadirnya teknologi omnichannel ini sangat memudahkan parapengguna maskapai ini dalam memesan tiket, melihat opsi penerbangan serta berbelanja di airport yang sudah terintegrasi dengan AOE.

3.) Sephora

Sephora sukses melakukan integrasi asset digital dan toko fisik yang mereka miliki.

Pembeli yang melakukan pemesanan online dapat melakukan scan ketika berada di toko fisik Sephora, membaca tutorial produk atau mecoba make over gratis yang sebelumnya di daftarkan secara online melalui aplikasi dan masih banyak lagi

Strategi omnichannel ini terbukti mampu meningkatkan omset yang dimiliki bisnis kecantikan ini sampai 100%.

4.) Amazon

Amazon adalah salah atu perusahaan yang paling sukses dalam menerapkan omnichannel.

Retailer paling sukses di dunia ini sangat berfokus untuk menciptakan customer experience yang terbaik.

Mereka menginvestasikan miliaran dollar untuk membangun customer experience yang berkelas,hasilnya perusahaan ecommerce yang pada awalnya hanya menjual buku ini mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari para pelangganya khususnya di Amerika Serikat.

5.) IKEA

Perusahaan asal swedia ini tidak perlu diragukan lagi dalam urusan customer experience, muali dari toko fisik, website dan aplikasi smartphone di bangun dengan sangat serius.

IKEA sudah menggunakan VR technology yang berfungsi untuk mensimulasikan kecocokan sebuah furniture jika di letakan di ruangan yang dimiliki oleh pembeli. Sebuah Langkah yang sangat maju jika di bandingkan dengan para kompetitornya.

Anda juga bisa mengakses seluruh produk IKEA dari aplikasi mereka.

6.) Zurich Insurance Group

Zurich Insurance Group adalah sebuah perusahaan asuransi global, yang memiliki varian produk unggulan properti dan life insurance untuk individu ataupun perusahaan yang ingin mengsuransikan karyawanya.

Berbeda dengan  contoh perusahaan diatas yang menerapkan omnichannel untuk customer, zurich insurance menggunakan omnichannel untuk keperluan internal karyawanya.

Strategi omnichannel berhasil mereka terapkan untuk membenahi sistem internal mereka di salah satu anak cabang perusahaan yang berlokasi di Portugal.

Management yang kacau dalam mengurusi klaim kebijakan asuransi dan data-data pengguna asuransi yang tidak tertata dapat di benahi dengan baik dengan adanya omnichannel.

Sistem ini juga memudahkan mereka untuk melakukan rekrut terhadap agen-agen mereka yang baru.

Omnichannel internal bisa di terapkan untuk anda yang ingin membenahi saluran komunikasi internal di perusahaan anda.

7.) Starbucks

Starbucks adalah perusahaan yang terkenal dengan kopinya, tetapi juga telah menjadi rantai kafe internasional.

Dalam dekade terakhir, Starbucks telah mampu menumbuhkan basis pelanggan dan meningkatkan pendapatan dengan berfokus pada strategi pemasaran omni-channel.

Strategi pemasaran perusahaan berhasil karena mampu memberikan kenyamanan dan aksesibilitas kepada pelanggan di rumah, kantor, atau di mana pun mereka berada.

Keberhasilan Starbucks dapat dikaitkan dengan kemampuan mereka untuk memanfaatkan semua saluran yang tersedia untuk mereka – dari media sosial hingga aplikasi seluler.

Penggunaan media sosial oleh perusahaan memungkinkan mereka untuk terlibat dengan pelanggan pada tingkat pribadi dan menciptakan rasa komunitas di mana Starbucks dapat berbagi konten dan pembaruan tentang merek tersebut.

Aplikasi seluler juga penting bagi Starbucks karena memungkinkan perusahaan menjangkau orang-orang dengan cara yang cepat dan mudah.

Starbucks juga bereksperimen dengan e-commerce dengan menawarkan produk secara online, termasuk di situs seperti Amazon.com.

Hal ini memungkinkan Starbucks menjangkau pelanggan yang tidak berada di lingkungan fisik lokasi Starbucks dan menawarkan produk yang sama yang dapat mereka beli di sana.

8.) Nike

Nike selalu menjadi pionir dalam dunia olahraga. Mereka telah menciptakan produk untuk semua jenis atlet, dari profesional hingga amatir, dan untuk semua jenis olahraga, mulai dari lari hingga bola basket.

Keberhasilan Nike dapat dikaitkan dengan kemampuan mereka untuk menjadi perusahaan omni-channel.

Nike dapat terhubung dengan konsumen melalui banyak saluran seperti TV, media sosial, dan toko ritel. Keberhasilan Nike sebagian besar karena mereka telah menguasai seni pemasaran omni-channel.

9.) Target

Target.com adalah salah satu retailer paling sukses dan terkenal di Amerika Serikat.

Mereka telah menggunakan pendekatan omnichannel untuk pemasaran selama lebih dari 20 tahun, dan mereka berhasil melakukannya.

Mereka menggunakan pendekatan ini untuk mengembangkan bisnis mereka dan menjadikan Target sebagai ikon belanja kebutuhan rumah tangga di seluruh negeri.

Strategi Pemasaran Omni-Channel Target didasarkan pada empat prinsip utama:

  • Personalisasi
  • Pengoptimalan berbasis data
  • Pemberdayaan pelanggan, dan
  • Penetapan harga dinamis.

Target memanfaatkan semua saluran yang tersedia bagi mereka untuk memberikan pengalaman pelanggan yang optimal dengan menyesuaikan konten untuk setiap pelanggan.

10.) Bed Bath and Beyond

Bed Bath and Beyond adalah perusahaan yang telah sukses di masa lalu dengan pemasaran omni-channel mereka.

Mereka telah mampu menggunakan teknik ini untuk tetap terdepan dalam persaingan.

Perusahaan mampu melakukan ini karena mereka memiliki fokus yang kuat pada layanan pelanggan dan program loyalitas yang kuat.

Sebagai pelanggan, kita dapat melihat bagaimana Bed Bath and Beyond menggunakan teknik ini dengan melihat situs web mereka, yang memungkinkan Anda untuk membeli barang secara online atau di toko, serta akun media sosial mereka yang diperbarui dengan produk baru, penawaran, dan banyak lagi.

 

Penutup

Kisah sukses Omnichannel dari perusahaan besar diatas adalah kisah bagaimana mereka mampu meningkatkan pendapatan mereka dalam waktu kurang dari 1 tahun.

Untuk mencapai hal ini, perusahaan harus membuat beberapa perubahan dalam strategi pemasaran mereka.

Mereka menggunakan data dan wawasan untuk menciptakan customer experience yang dipersonalisasi untuk setiap segmen pelanggan dan disesuaikan untuk kebutuhan spesifik segmen tersebut.

Strategi mereka dibangun di atas 3 pilar: konten, keterlibatan, dan periklanan.

Mereka juga memastikan bahwa mereka memantau semua saluran dan menggunakannya secara strategis sehingga mereka dapat menjangkau pelanggan di mana mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka , contohnya platform media sosial seperti Facebook dan Instagram.

Recommended Article