botika chatbot

Seperti yang telah terjadi selama ini, aplikasi chat memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan bisnis Anda. Banyak pedagang online yang kini lebih menyukai menggunakan Instagram untuk memamerkan barang dagangan mereka dan membagikan kontak LINE, BBM atau Whatsapp mereka untuk selanjutnya digunakan untuk melanjutkan transaksi. Para pedagang online lebih menyukai memakai cara ini, karena cenderung lebih mudah dan lebih cepat dalam merespon pertanyaan calon pembeli. Begitu juga dengan calon pembeli, berkomunikasi melalui chat sebelum membeli barang secara online, dapat meningkatkan keyakinan calon pembeli untuk melanjutkan ke pembayaran.

Dengan kemudahan yang ditawarkan oleh aplikasi chat, maka ke depannya mayoritas transaksi e-commerce akan berlangsung melalui chat. Namun, akan menjadi tantangan tersendiri jika calon pembeli yang datang sangat banyak jumlahnya. Tentu, Anda akan mengalami kesulitan untuk membalas pertanyaan mereka satu per satu. Belum lagi, jika pertanyaan satu calon pelanggan ke calon pelanggan yang lain memiliki jumlah yang banyak dan memiliki kemiripan, maka Anda akan sangat kesulitan untuk membalas semua chat dari mereka.

Untuk mengatasi hal ini, chatbot yang dapat terintegrasi dengan aplikasi chat seperti LINE, BBM atau Whatsapp dapat memberikan bisnis Anda kesempatan untuk langsung menjangkau jumlah pengguna yang besar tanpa memaksa pelanggan potensial untuk mengunduh aplikasi lain lagi.

Seperti kita ketahui, beberapa perusahaan di Indonesia mulai melirik pengembangan chatbots untuk memudahkan bisnis mereka, mulai dari Yesboss (Kata.ai), Bang Joni, hingga Sale Stock. Satu dari sekian keunggulan chatbots sendiri adalah, layanan instant access yang memudahkan pengguna untuk memperoleh banyak informasi tanpa perlu repot. Tanpa harus melalui proses sign in atau sign up, layaknya apps atau website, dan karena chatbots telah memiliki akses pada akun sosial media, maka dengan sendirinya, chatbots dapat memberikan informasi yang lebih personal kepada pengguna, sesuai dengan minat dan keinginannya.


Costumer Lebih Banyak Menghabiskan Waktunya di Messenger Apps

Rata-rata, pengguna smartphone hanya menggunakan 3 hingga 5 aplikasi tiap harinya. Dan dari jutaan aplikasi yang tersedia di Play Store dan App Store, hanya beberapa yang tetap kita gunakan, dan sebagian besar sisanya kita uninstall setelah hanya beberapa kali pakai saja. Mulai dari alasan membutuhkan ruang penyimpanan yang besar, update aplikasi yang hampir setiap hari, sampai keluhan aplikasi yang sering crash, dan banyak lainnya. Oleh sebab itu, pengguna smartphone kini lebih memilih untuk mengunduh aplikasi yang mereka nilai simpel dan memberikan manfaat. Aplikasi yang menduduki peringkat teratas, sebagai the most installed application kebanyakan berasal dari kategori messenger (Whatsapp, LINE, BBM, dll) dan social network system (Facebook, Instagram, Twitter, dll).

Chatbots Terintegrasi dengan Messenger Apps

Dengan terintegrasinya chatbots dan messenger apps, brands dapat lebih meningkatkan kedekatan mereka dengan costumer melalui interaksi yang berlangsung secara dua arah. Beberapa perusahaan pengembang chatbots telah menyediakan berbagai versi layanan yang dapat dengan mudah diintegrasikan dengan berbagai messaging platforms seperti Whatsapp, Facebook Messenger, LINE, dan lain-lain.

Chatbots dapat Berinteraksi Menggunakan Bahasa sehari-hari

Dengan menggunakan chatbots, suatu brand atau layanan dapat berinteraksi lebih dekat dan lebih ekspresif kepada costumernya. Penggunaan bahasa sehari-hari seperti “please”, “hello”, “apa kabar?”, dapat menjalin kedekatan dan membuat costumer merasa lebih nyaman, selain itu juga dapat meningkatkan value dari brand tersebut.

Desain Tampilan yang Sederhana dan Mudah Digunakan

Kemudahan merupakan salah satu faktor utama dari kesuksesan suatu brand untuk memenangkan hati costumer-nya. Penempatan dan penataan konten yang baik, akan menarik perhatian costumer untuk mengujungi layanan tersebut. Chatbots biasanya terdiri dari campuran text, gambar, dan widgets yang membantu pengguna dalam memulai interaksi.



Dewasa ini, kebiasaan pelanggan untuk menanyakan sesuatu melalui media chat online telah menjadi tren tersendiri yang tidak dapat dikesampingkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *