Banyak perdebatan yang terjadi, ketika kita membahas tentang robot beserta kecerdasan buatan-nya, beberapa saat yang lalu CEO dari TESLA dan SpaceX, Elon Musk, memprediksi bahwa dalam kurun waktu 10 tahun kedepan, mesin dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) akan mengambil alih sebagian besar pekerjaan manusia. Hal tersebut tampaknya telah menjadi suatu kenyataan dari sekarang.


Masih ingat ketika kita dikalahkan bermain catur melawan komputer level paling mudah di laptop masing-masing?

Mungkin hari yang tidak akan pernah bisa dilupakan Garry Kasparov, seorang chess grandmaster, juara dunia catur selama 15 tahun berturut-turut ketika dikalahkan oleh Artificial Intelligence bernama Deep Blue. Dan juga ketika Lee Sedol seorang juara dunia olahraga permainan GO dikalahkan oleh sebuah program komputer bernama AlphaGO dengan skor 4-1.


Pertanyaannya adalah sungguhkah kecerdasan buatan jauh lebih hebat daripada kecerdasan manusia?

Elon Musk sempat berpendapat kalau suatu saat nanti, semua pekerjaan akan dilakukan oleh mesin sementara para pemilik usaha dan pemerintah tetap harus membayar manusia padahal mereka tidak mengerjakan pekerjaan tersebut sama sekali. Manusia hanya menekan satu tombol dan voila ! Semua pekerjaan selesai.


Apakah robot dan kecerdasan buatan merupakan suatu ancaman?

Sebagai manusia, tentunya kita merasa bahwa diri kita adalah pribadi yang unik dan spesial, hal tersebut yang membedakan kita dengan mesin dan kecerdasan buatan.

Namun, sebagai manusia, kita juga sadar jika kita dapat lupa, oleh sebab itu kita mencatat. Sebagai manusia kita sadar bahwa kita tidak dapat berlari terus menerus oleh karena itu kita menciptakan kendaraan. Sebagai manusia, kita menjadi semakin tua dan lemah dari waktu ke waktu oleh karena itu kita menciptakan robot, mesin, ataupun kecerdasan buatan sehingga dapat mempermudah tugas kita secara spesifik. Dengan tujuan itulah robot harus dapat menyerupai manusia dalam hal tertentu. Seperti menjawab pertanyaan, menghitung pengeluaran, menunjukkan produk yang diinginkan, memesan makanan, dan banyak hal lainnya. Tanpa adanya robot ataupun mesin, pekerjaan kita akan jauh menjadi semakin berat dan rumit. Robot dan manusia sejatinya saling membutuhkan satu sama lainnya. Hal ini sama halnya ketika kita mencuci pakaian menggunakan mesin cuci, mendinginkan dan memanaskan air menggunakan dispenser, menghitung menggunakan kalkulator, dan masih banyak lagi.
Robot, mesin, komputer, maupun kecerdasan buatan, dibuat oleh manusia dengan satu tujuan, yaitu untuk mempermudah kegiatan manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *